Ketua Komisi B DPRD Tulungagung, Widodo Prasetyo mengungkapkan bahwa dewan coba melakukan monitoring penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) secara intensif. Hasilnya, didapati angka penularan cenderung mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.
“Sejauh ini terkait masalah ternak, terutama ternak sapi, memang anggarannya itu belum ada. Tapi dampak dari PMK alhamdulillah bisa teratasi. Karena semakin hari semakin menurun dampak dari PMK itu,” ungkapnya.
Baca Juga: Paripurna Pengumuman Penetapan Pemenang Pilkada Rampung, DPRD Tulungagung Kirim Berkas ke Mendagri Melalui Gubernur
Ada beberapa poin yang dijadikan prioritas oleh dewan. Itu didasarkan pada hasil kajian, monitoring, dan evaluasi atas proses pemantauan di lapangan. Salah satunya adalah upaya untuk terus mendukung keberlangsungan para peternak sapi.
“Kita harus memberi support motivasi, khususnya di sapi perah. Bagaimana nanti hasil situ Itu bisa maksimal. Tidak terlepas dari bantuan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan bantuan dari komisi B,” sebutnya.
Disinggung soal rencana pembukaan pasar hewan, Widodo mengatakan bahwa jajaran dewan mendukung langkah ini. Sebab, hasil monitoring dan hasil pembicaraan dengan dinas terkait mengerucut pada opsi untuk kembali membuka aktivitas jual-beli ternak di pasar.
“Kalau kita melihat yang diutarakan pak kadis, ini memang segera dibuka kembali. Karena dilihat dari PMK ini semakin hari semakin menurun,” ujar Widodo.
Baca Juga: Berikut Prakiraan Cuaca Perairan Selatan Tulungagung Selasa 11 Februari, Kecepatan Angin 17 Knot
Dia juga menerangkan bahwa jajaran dewan siap membantu pemkab dalam upaya menekan penyebaran PMK. Salah satunya dengan menjembatani atau membantu pengusulan dropping vaksin dari pemerintah pusat melalui Pemprov Jatim.
Dia juga menyinggung upaya memperluas cakupan vaksinasi pascapengiriman vaksin PMK dari pemerintah pusat di awal bulan ini.
“Itu sudah encukupi. Dan kami menawarkan kalau memang perlu, ya kita tambah anggaran, secepatnya,” ucapnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra