Radar Tulungagung - Bukan isu lingkungan yang mengancam keberlangsungan Wana Wisata Edukasi Gunung Budheg Tulungagung.
Melainkan kini Gunung Budhek Tulungagung tengan dicemari oleh suara musik kareoke yang meletup-letup hingga puncak gunung.
Hingar bingar musik karaoke memang menjadi hiburan bagi sebagian orang. Namun nyatanya pengunjung Wana Wisata Gunung Budheg Tulungagung mengeluhkan cemaran suara yang berasal dari warung karaoke di sekitar.
Gunung Budheg yang terletak di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat Tulungagung ini tengah dirundung cemaran suara yang berasal dari musik karaoke.
Tentu hal ini membuat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Budheg minta solusi terbaik kepada Pemkab Tulungagung untuk keberlangsungan wisata hayati tersebut.
Ketua Pokdarwis Gunung Budheg, Agus Utomo membenarkan fenomena cemaran suara yang mengancam keberlangsungan wisata edukasi di Gunung Budheg.
Pihaknya menyayangkan suara-suara bising dari musik karaoke yang dirasa mengganggu aktivitas edukasi di Gunung Budheg.
“Ya karena di sini banyak anak-anak sekolah yang berdatangan untuk wawancara tentang Gunung Budheg. Intinya kegiatan edukasi dan budaya,” jelasnya kemarin (11/02/2025).
Kendati merasa terganggu, Agus sadar bahwa tidak dapat berbuat banyak akan cemaran suara yang berdampak terhadap keberlangsungan wisata edukasi di Gunung Budheg.
Sebab, baik Agus maupun pemilih usaha warung karaoke memiliki posisi yang sama sebagai pengguna lingkungan. Mendapati hal tersebut, pihaknya berharap ada solusi terbaik dari pemangku kebijakan di wilayahnya.
“Agar sama-sama memperoleh manfaat tanpa ada yang merasa dirugikan. Itu tugas pemerintah untuk memberi solusi,” ucapnya.
Terlebih gunung yang memiliki tinggi 540 mdpl ini memiliki daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Gunung Budheg.
Bahkan, wisata edukasi di Gunung Budheg ini juga menarik minat wisatawan diberbagai usia mulai anak muda, orang tua, hingga anak-anak tampak menikmati wisata tersebut.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz