Nasib tenaga berstatus prioritas 1 (P1) di Bumi Ngrowo masih tandan tanya. Pemkab masih butuh waktu untuk menentukan penempatan tenaga P1 dalam upaya penyerapan.
Kepala BKPSDM Tulungagung, Soeroto menerangkan, ada sebanyak 237 tenaga P1 di Tulungagung. Dari jumlah itu, enam orang di antaranya berstatus sebegai P1 negeri.
Jumlah itu belum termasuk, 28 orang tenaga P1 dari sekolah negeri dan 7 orang dari sekolah swasta yang diangkat menjadi pegawai kontrak di lungkup pemeritah kabupaten.
“P1 yang lulus di 2024 tahap I untuk negeri ada 28, untuk swasta ada 7. Sehingga kemarin di tahap I yang lulus 35. Dari 35 ini menyisakan 237. Jadi 237 + 35 itu jumlahnya kemarin yang sisa,” sebutnya.
Patut diingat, enam dari 237 tenaga P1 bertugas di lemabaga pendidikan negeri. Artinya, masih ada 231 tenaga P1 yang masih bertugas di lingkup pendidikan swasata. Soeroto menerangkan bahwa pemkab perlu segera melakukan tindak lanjut.
“Bila ada formasi yang disediakan oleh dinas pendidikan, maka ke depannya juga akan terurai yang negeri. Yang swasta ini kan ada kebijakan dari Kemenpan RB bahwa 2024 ini batas akhir penyelesaian tenaga honorer,” akunya.
Kebijakan dan proses penyerapan merupakan kewenangan pemerintah pusat. Dalam hal ini, BKPSDM belum dapat memastikan karena masih perlu berkonsultasi dengan kemeterian terkait.
“Apakah kebijakan ini nanti masih tetap diproses tanpa tes hanya pemberkasan saja atau masuk paruh waktu, ini yang masih akan kita konsultasikan. Karena P1 itu kan. Pada dasarnya sudah lulus passing grade P1. Jadi tinggal pemberkasannya saja,” katanya.
Sedangkan status yang dimaksud tidak masuk dalam database BKN dalam tes yang berlangsung saat ini. itu artinya, ada kemungkinan mereka yang berstatus sebagai P1 swasata bakal diserap sebagai tenaga PPPK paro waktu meski hal ini juga masih perlu menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
“Ini masih kita konsultasikan. Karena kita bukan pengambil kebijakan, tapi hanya pelaksana,” tegasnya.
Untuk diketahui, seluruh tenaga P1 di Tulungagung berlatar belakang sebagai guru di tingkat SD hingga SMP. Rinciannya, 1 tenaga P1 negeri dan 2 tenaga swasta di mata pelajaran PKW, 1 tenaga P1 negeri dan 12 swasta di mata pelajaran IPS, 1 tenaga P1 negeri dan 4 tenaga swasta di mata pelajaran IPA.
Lalu, 12 tenaga di mata pelajaran matematika, 1 tenaga di mata pelajaran agama Islam, 199 tenaga P1 di tingkat SD, dan 1 tenaga di tingkat TK. “Totalnya itu tadi 237 (tenaga P1, Red),” imbuhnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra