Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dinas PUPR Tulungagung Siapkan Rp 21 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Wilayah Selatan, Di Mana Saja Titiknya?

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 14 Februari 2025 | 00:09 WIB
Pengguna jalan melintas di salah satu ruas jalan yang rusak parah di wilayah Tulungagung selatan.
Pengguna jalan melintas di salah satu ruas jalan yang rusak parah di wilayah Tulungagung selatan.

Menanggapi rencana pemantapan infrastruktur di wilayah selatan, Dinas PUPR Tulungagung mulai melakukan pemetaan. Termasuk memetakan alokasi anggaran yang juga terdampak refocusing.

 

Patut diingat, jumlah anggaran yang akan dikucurkan dinas PUPR di tahun ini masih terus mengalami perubahan. Buntutnya, dinas baru melakukan perencanaan. Adapun proses tender alias lelang proyek masih perlu menanti kepastian jumlah anggaran.

 

“Kaitannya dengan anggaran, pemkab jelas sudah menyiapkan untuk refocusing. Tapi kan masih kita menunggu secara langsung arahan dari beliau (pimpinan daerah, Red),” ucar Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Dwi Hary Subagyo ditemui pada Rabu (13/2) lalu.

 

Meski begitu, dinas tetap melakukan pemetaan wilayah dan ruas jalan yang perlu dilakukan perbaikan, perawatan, dan pembangunan. Lalu, sesuai dengan visi-misi pimpinan daerah yang baru, dinas juga mulai mengalihkan fokus pada infrastruktur di wilayah selatan.

“Salah satunya yang bekas kita usulkan IJD itu sudah ter-list. Dan sebagian besar kita arahkan yang paling utama yang satu koridor itu insya Allah. Tapi ya kita menyesuaikan dengan anggaran kita. Kemungkinan Saya jamin 90 persen ada alokasi ke situ,” tegasnya.

 

Jika tak ada aral melintang, proses lelang baru akan digelar di akhir bulan ini. Tapi, lanjut Hary, dinas juga terkendala sejumlah hal teknis. Salah satunya adalah penggunaan perangkat lunak baru untuk pengadaan barang dan jasa.

 

“Karena kita juga banyak kendala teknis lain untuk kaitannya dengan efisiensi anggaran, kaitannya dengan LPSE ada perubahan seri. Dari seri 5 ke seri 6. Untuk seri 6 itu di akhir Februari bisa digunakan atau tidak untuk proses pelelangannya,” ucapnya.

 

Itu artinya, pemantapan jalan wilayah selatan dalam kurun waktu 100 hari kecil kemungkinan terealisasi. Tapi, dia memastikan bahwa seluruh proses dalam upayaa perbakan dan pembangunan jalan tetap bisa dilaksanakan dalam periode yang sama.

 

“Intinya 100 hari ini kan on progress. Kita sudah melakukan kegiatan. Kalau kontrak itu kan bisa sampai 3 bulan 90 hari, dan mungkin bisa lebih cepat dari itu,” akunya.

 

Di sisi lain, pekerjaan yang bersifat mikro atau berskala kecil besar kemungkinan dapat dirampungkan dalam waktu 100 hari. Dalam hal ini, dinas perlu menanti arahan dari pimpinan daerah yang baru dalam penentuan titik yang akan dibangun.

“Saya kira kalau kegiatan ini kecil-kecil itu bisa bercover 100 hari. Akan nampak nanti. Cuma nanti setelah beliau dilantik titik fokusnya di mana. Jadi banyak hal yang marathon harus kita selesaikan,” ujar Hary.

 

Dia menambahkan, anggaran sekitar Rp 21 miliar (M) disiapkan oleh Dinas PUPR Tulungagung untuk mengcover kebutuhan infrastruktur di wilayah selatan di tahun ini. Jumlah itu untuk melakukan pengadaan jalan dengan panjang sekitar 10 kilometer (km) dengan lebar skeitar 6-7 meter (m).

 

Adapun titik yang dijadikan fokus utama ada di sekitar Pasar Ngentrong mengarah ke jalur lintas Selatan (JLS). Hry menyebut, lokasi yang dimaksud mengalami kerusakan cukup parah dibanding titik lain.

 

“(Proyek dimulai, Red) kalau kita alokasinya fix, perubahan penjabaran sudah fix, perencanaan kita sudah ready, ya akhir Februari (atau, Red) awal Maret kita sudah bisa lelang,” kata dia.

 

Secara umum, ada berbagai ruas jalan yang juga perlu perhatian Pemkab Tulungagung. Sebagian besar di antaranya ada di wilayah pegunungan. Disinggung soal faktor kerusakan, Hary menegaskan bahwa faktor cuaca hingga operasional kendaraan overkapasitas masih jadi alasan utama.

 

“Daerah Sendang terus daerah Kalidawir arah Tanggunggunung (juga rusak, Red). Tergantung kondisinya. Kalau di daerah selatan faktor cuaca. Faktor tonase kontainer-kontainer jadi catatan kita,” jelasnya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#tulungagung #Dwi Hary Subagyo #jalur lintas selatan #Infrastruktur tulungagung #Pemkab Tulungagung #ijd #Jalur Lintas Selatan (JLS) #dinas pupr tulungagung #inpres jalan daerah #LPSE