Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terdampak Makan Bergizi Gratis, Omzet Pedagang Kantin di Tulungagung Babak Belur

Sandy Sri Yuwana • Jumat, 14 Februari 2025 | 17:38 WIB
Pedagang kantin di SMAK Santo Thomas Aquino Tulungagung keluhkan turunnya omset imbas program MBG.
Pedagang kantin di SMAK Santo Thomas Aquino Tulungagung keluhkan turunnya omset imbas program MBG.

Tulungagung - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan pemerintah pusat memukul para penjual makanan di kantin sekolah.

Bahkan, omzet harian mereka merosot hingga 60 persen. Alhasil, mereka pun terancam gulung tikar karena pendapatan menurun.

Salah satunya Chrisentiana Erma, penjaga kantin di SMAK Santo Thomas Aquino Tulungagung.

Dia mengaku jualan makanannya sepi dan hampir tidak laku semenjak adanya program MBG.

Hal itu dikarenakan anak-anak sudah mendapat makanan dan sudah tidak membeli makanan lagi di kantin.

Para siswa sudah merasa kenyang setelah MBG bergulir.

"Dagangan saya hampir tidak ada yang menyentuh. Padaha sebelum program MBG bergulir, anak-anak selalu merubung ke sini saat jam istirahat," katanya.

Erma -sapaan akrabnya- menambahkan, kondisi tersebut tentu memukul perekonomiannya.

Mengingat, dia hanya menggantungkan penghasilan dari berjualan di kantin sekolah.

"Semoga segera ada solusi berbagi ruang hidup untuk kami. Kami hanya sekadar berjualan dan harus sewa tempat di sini," ungkapnya.

Sekadar diketahui, program MBG merupakan salah satu program utama dari pemerintahan Presiden Prabowo.

Program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat.

Sasaran utamanya adalah untuk anak-anak balita hingga usia sekolah.

MBG digulirkan sejak awal Januari 2025 kemarin.

Program tersebut bertujuan untuk mencegah stunting dan mencukupi gizi anak-anak Indonesia sehingga bisa meningkatkan kualitas pendidikan.

MBG diklaim bisa mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai negara maju.

Selain itu juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sebagai penyedia bahan pokok.

Dengan begitu, roda perekonomian bisa terus berputar.

Di Tulungagung, program MBG sudah mulai dilaksanakan di beberapa sekolah.

Namun baru beberapa saat MBG bergulir, ada dampak lain yang dirasakan masyarakat.

Terutama dari penjual makanan kantin di sekolah yang dagangannya nyaris tak tersentuh.

Di sisi lain, pihak sekolah juga mengaku tidak bisa berbuat banyak.

Pasalnya, program tersebut langsung dari pemerintah pusat dan semua harus menerapkannya.

"Kami sebenarnya juga prihatin. Tapi, ini juga program dari pemerintah pusat. Semoga segera ada solusi yang terbaik," jelas Eri Karuniawati, Kepala SMAK Santo Thomas Aquino Tulungagung.(mg1/c1/rka)

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#penjual makanan #MBG #omzet #kantin sekolah #stunting