RADAR TULUNGAGUNG - Butuh dana yang tidak sedikit untuk memperbaiki jembatan Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.
Setidaknya, dana 7 Miliar (M) harus dipersiapkan agar jembatan penghubung Kecamatan Boyolangu dan Sumbergempol itu kembali pulih.
Sebelumnya, Pemkab Tulungagung melalui BPBD Tulungagung telah melayangkan usulan perbaikan jembatan Junjung lewat biaya tidak terduga (BTT) Pemprov Jawa Timur.
Usulan untuk perbaikan Jembatan Junjung sebanyak 7 Miliar (M).
Usulan itu pun sebelumnya mendapatkan angin segar.
Namun karena adanya refocusing anggaran, angin segar itu seketika lenyap.
Perbaikan jembatan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson Nadeak menjelaskan akan melaporkan hal ini ke pimpinan daerah yang baru akan dilantik tanggal 20 Februari mendatang.
Salah satu opsinya memang pembangunan akan dilakukan dengan APBD Kabupaten Tulungagung.
“Namun penganggaran untuk tahun 2025 ini kan sudah tersusun. Dan pembangunan jembatan Junjung belum ada,” katanya.
Kepada masyarakat Robinson meminta pengertiannya.
Pembatalan pembangunan jembatan ini bukan kehendak Pemkab Tulungagung, melainkan dampak dari refocusing anggaran yang merupakan kebijakan langsung dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Dwi Hari Subagyo menambahkan bahwa pembangunan jembatan Junjung akan menjadi prioritas.
Menyusul adanya refocusing anggaran yang mengakibatkan bantuan dari Pemprov Jawa Timur batal turun.
“Dari refocusing itu, berusaha berusaha menjadikan jembatan Junjung untuk diusulkan menjadi skala prioritas utama,” kata Hari.
Menurutnya, skala prioritas pembangunan infrastruktur di Tulungagung telah disusun.
Salah satunya adalah pembangunan jembatan desa Junjung san pembangunan jalan ambrol di Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo.
“Karena pembangunan Jembatan Desa Junjung ini anggarannya sampai 7 M, saya juga belum tahu penganggarannya seperti apa,” tutupnya.***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri