RADAR TULUNGAGUNG - Alokasi anggaran untuk bantuan guru madrasah diniyah (Madin) di Tulungagung kemungkinan bertambah.
Itu bisa saja terjadi meskipun isu efisiensi anggaran yang sedang terjadi.
Alasannya, kesejahteraan guru madin telah termaktub dalam visi misi dan janji bupati wakil bupati Tulungagung terpilih.
Kabag Kesra Setda Tulungagung, Makrus Manan mengamini anggaran untuk guru madin mungkin saja ada penambahan dibtahun 2025 ini.
Alasan utamanya adalah peningkatan kesejahteraan guru madin menjadi salah satu janji dari bupati dan wakil bupati Tulungagung terpilih.
“Hal itu sudah kami sampaikan ke beliau (bupati terpilih, red). Tinggal menunggu arahan saja,” kata Makrus.
Dia melanjutkan anggaran bantuan untuk guru madin tahun 2025 sementara ini masih sama seperti tahun sebelumnya.
Nominalnya sekitar 1,3 Miliar (M).
Nominal itu diperuntukan bagi sekitar 4 ribu guru madin yang tersebar di seluruh wilayah Tulungagung.
“Setiap guru madin menerima Rp 250 ribu per tahun,” bebernya.
Terkait kemungkinan penambahan anggaran, Makrus menungkapkan itu semua tergantung dari kebijakan bupati dan wakil bupati terpilih.
Mungkin nanti setelah resmi dilantik, penambahan bisa direalisasikan.
“Intinya kami sudah menyampaikan. Tinggal kebijakannya seperti apa masih menunggu arahan,” katanya.
Tetapi hal itu bukannya tidak mungkin.
Selain ada dalam visi misi, bantuan kepada guru madin bukan termasuk item yang ada dalam efisiensi anggaran.
Sehingga, seharusnya hal itu bisa diusahakan.
“Toh bantuan kepada guru madin ini bukan termasuk dalam poin pemangkasan anggaran. Ini kan langsung ke masyarakat tanpa ada seremonial,” ungkapnya.
“Kita lihat saja setelah nanti terlantik. Mungkin saja ada pergeseran anggaran untuk tambahan bantuan guru madin,” tutup Makrus. ***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri