Puncak musim penghujan diprediksi baru akan terjadi di akhir bulan ini. Itu artinya, masyarakat Tulungagung masih kudu waspada meski curah hujan terpantau turun dalam beberapa hari terakhir.
Forecaster alias prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG Karangkates, Andang Kurniawan mengungkapkan, potensi munculnya hujan dengan intensitas tinggi kemungkinan besar masih akan terjadi.
“Kondisi curah hujan Tuungagung di beberapa hari ke depan kemungkinan besar akan turun hujan. Setidaknya untuk seminggu ini. katakanlah sampai dengan Jumat itu potensi hujan masih cukup tinggi untuk siang hingga sore harinya,” ungkapnya.
Baca Juga: Bangunan Suci Peninggalan Majapahit, Berikut Fakta Candi Kedaton yang Terkenal dengan Sumur Upas
Di sisi lain, potensi munculnya angin kencang bersifat lokal di periode yang sama justru makin kecil. Sedangkan potensi munculnya angin kencang yang menyebar di berbagai wilayah memang patut jadi perhatian. Tapi, menurut Andang, hal ini masih terbilang aman.
“Angin kencang kan ada dua. Angin kencang yang sifatnya luas itu biasanya serentak karena siklon tropis. Sama angin kencang yang sifatnya lokal. Kalau ada awan kumulonimbus, awan hujan, terus ada hujan itu merubah uap menjadi air. Itu akan melepaskan energi dalam bentuk angin,” ujar Andang.
Dari berbagai analisa yang dilakukan, puncak musim penghujan baru akan terjadi. Tepatnya di akhir bulan ini. Maka, masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan harus lebih waspada dengan potensi munculnya hujan dengan intensitas tinggi dalam dua pekan depan.
“Kalau puncak musim hujan kaitannya dengan peluang hujannya itu masih akan terjadi. Dalam beberapa hari ke depan, deras tapi tidak terlalu. Nanti di akhir bulan derasnya,” katanya.
Baca Juga: Dua Minggu Jelang Ramadan, Harga Daging di Tulungagung Stabil
Ada berbagai hal yang harus diwaspadai selama proses berlangsungnya puncak musim penghujan. Mulai dari munculnya genangan air di berbagai wilayah di Tulungagung hingga munculnya berbagai penyakit, termasuk demam berdarah dengue (DBD).
“potensi yang dapat terjadi itu hujan lokal yang dapat mengakibatkan genangan sesaat. Waspada yang berkendara. Terus kaitannya dengan kondisi seperti ini kan kelembabannya tinggi. Yang di perkotaan perlu mewaspadai demam berdarah,” terangnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra