Tugas tak mudah bakal diemban Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin yang dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Tulugagung, hari ini (20/2). Itu sebabnya DPRD meminta agar pimpinan daerah yang baru tetap bersinergi dengan jajaran dewan.
Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Ebin Sunaryo mengatakan, pasangan Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin punya berbagai poin yang jadi visi-misi selama memimpin Tulungagung.
Hal itu perlu disinkronisasikan dengan hasil pembahasan bersama jajaran dewan. Sebab, hal ini penting untuk memstikan kebijakan-kebijakan pimpinan daerah dalam koridor yang tepat.
"Intinya mudah-mudahan ke depan dalam mewujudkan visi-misinya bupati dan wakil bupati terpilih ini bisa bersinergis dengan DPRD," tegasnya.
Baca Juga: Disinggung Target 100 Hari Kerja, Gatut Sunu Wibowo: Prioritas Perbaikan Jalan Tulungagung Selatan
Jika tidak, lanjut Ebin, tidak akan terjadi sinkronisasi yang berkesinambungan antara legislatif dan eksekutif. Akibatnya, bukan tidak mungkin akan muncul kebijakan-kebijakan yang bertolak belakang dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Makanya kan harus bisa bersinergis dengan baik. Mau menjalin hubungan yang baik mulai dari eksekutif, legislatif. Jadi, ben opo sing dadi (apa yang sudah jadi, Red) visi-misi bupati dan wakil bupati terpilih bisa terwujud secara bertahap," lanjutnya.
Ebin juga menyinggung perlunya rasionalisasi dalam pengambilan kebijakan. Hal ini berkaitan langsung dengan adanya kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi di berbagai pos penganggaran.
Nah, rasionalisasi hanya bisa dilakukan jika para pengambil kebijakan di tingkat eksekutif dan legislatif duduk satu meja dan menyamakan persepsi sebelum mulai melakukan penganggaran.
"(Kalau, Red) langsung terwujud tidak mungkin dengan melihat di saat ini," kata Ebin.
Baca Juga: Ditetapkan Sebagai Pemenang Pilkada, Gatut Sunu Singgung Pembangunan Infrastruktur
Saat ini jajaran legislatif proses pembahasan rencana efisiensi anggaran. Pembahasan yang bersifat teknis baru akan digelar begitu pemkab menerima peraturan menteri keuangan (permenkeu) yang besar kemungkinan akan terbit dalam waktu dekat.
"Iya soalnya kita saat ini juga membahas dengan TAPD. Anggaran-anggaran yang dipungkas pusatnya apa saja. Kan saat ini masih dalam proses penggodokan," kata Ebin. Termasuk infrastruktur yang jelas kemarin sudah berkurang Rp 47 miliar," terangnya.
Itu sebabnya, dia berharap agar kepemimpinan yang baru tetap akan bersifat kolaboratif dan mengedepankan profesionalisme dalam pengambilan kebijakan.
"Intinya harapan Kami nanti bisa bekerja sama. Bersinergi dengan baik dengan legislatif untuk mewujudkan visi-misi bupati dan wakil bupati terpilih," pungkasnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra