Radar Tulungagung - Hujan deras dengan intensitas yang tinggi di Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir Tulungagung menghanyutkan seorang pedagang bakso keliling pada Selasa (18/02) malam. Diketahui korban sempat dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan mengapung di Pantai Sine pada Rabu (19/02).
Camat Kalidawir, Rusdi membenarkan bahwasannya terdapat laporan seorang penjual bakso hilang pada Selasa (18/02) sekitar pukul 20.30 WIB.
Mendapati kabar tersebut pihaknya langsung menjalin komunikasi ke berbagai pihak guna melakukan pencarian terhadap penjual bakso tersebut.
“Kita komunikasi dengan pemerintah desa, Polsek, Koramil, dan kita juga meminta bantuan BPBD Tulungagung untuk melakukan pencarian,” jelasnya kemarin (19/02/2025).
Berdasarkan data yang diolah, identitas korban yakni Triono, 30, warga asal Desa Pakisaji Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.
Awalnya warga mendapati adanya sepeda motor dan gerobak bakso yang tergeletak di sekitar sungai di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung.
Akibat hujan lebat dengan intensitas yang tinggi mengguyur wilayah tersebut, mengakibatkan sungai diwilayah itu meluap hingga sampai ke jembatan.
Korban yang tengah melintas pun terbawa arus dari luapan sungai dan dinyatakan hilang. Dimana sepeda motor dan rombong bakso ditemukan kurang lebih sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian.
“Kalau kronologi persisnya seperti apa saya kurang tau. Mungkin bisa konfirmasi pihak kepolisian,” ucapnya.
Proses pencarian seorang penjual bakso yang hilang karena terbawa arus tersebut telah membuahkan hasil pada Rabu (19/02) pukul 15.30 WIB.
Adapun jenazah korban ditemukan mengapung di wilayah Pantai Sine. Kini jenazah yang telah berhasil ditemukan tersebut dibawa ke RSUD dr. Iskak untuk dilakukan identifikasi.
“Alhamdulillah berhasil ditemukan sore hari ini. Hasil identifikasinya masih menunggu Tim Inafis Polres Tulungagung,” paparnya.
Berdasarkan laporan, korban yang bekerja sebagai penjual bakso ini biasa berkeliling menjajakan dagangannya di daerah jalur lintas selatan (JLS).
Menurutnya korban sempat menerima panggilan dari pihak keluarga untuk menanyakan keberadaan korban.
Dimana menurut pengakuan keluarga, saat itu korban menjawab tengah berada di wilayah JLS.
“Korban sempat ditelfon keluarganya dan katanya sedang berada di wilayah JLS,” pungkasnya.(ziz)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz