Radar Tulungagung - Hilangnya seorang pedagang bakso diduga akibat terseret air bah sungai di Desa Kalibatur, Kalidawir, Tulungagung telah terkuak. Diketahui korban merupakan warga Desa Pakisaji Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Nanang Murdiyanto mengatakan, identitas korban pedagang bakso yang diduga terseret air bah akibat hujan deras pada Selasa (18/02) malam yakni Riono, 39, warga Desa Pakisaji Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.
Sebelumnya petugas mendapat laporan dari pihak keluarga bahwasannya korban tidak pulang ke rumah setelah berjualan bakso di Pantai Sine pada Selasa (18/02). Mendapati laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi.
“Korban merupakan seorang pedagang bakso warga Desa Pakisaji Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Biasanya memang berjualan di wilayah Pantai Sine,” jelasnya kemarin (19/02).
Ketika tiba di lokasi, petugas langsung mencari korban di sepanjang jalur menuju Pantai Sine. Pada proses pencarian, petugas menemukan rombong bakso serta sepeda motor yang berjarak hingga 1 kilometer dari lokasi kejadian.
Diduga gerobak bakso dan sepeda motor ikut terseret air bah dari aliran sungai di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung.
“Rombong bakso dan sepeda motor korban ditemukan sejauh 1 kilometer dari lokasi kejadian. Diduga karena ikut terseret air bah pada aliran sungai,” ucapnya.
Proses pencarian pun terus berlanjut, dari menyisir sungai di Desa Kalibatur hingga tembus wilayah Pantai Sine.
Dimana petugas berhasil mendapati sesosok jenazah laki-laki yang mengapung di wilayah Pantai Sine sekitar pukul 14.30 WIB.
Petugas pun langsung melakukan sejumlah rangkaian guna mengevakuasi jenazah korban hingga ke bibir pantai.
Setelah dilakukan pengecekan oleh pihak keluarga korban, keluarga membenarkan apabila ciri-ciri yang ada pada jenazah itu merupakan korban Riono.
“Pihak keluarga membenarkan apabila jenazah yang ditemukan itu merupakan keluarganya yang dilaporkan hilang,” pungkasnya.(ziz)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz