Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dekopinda Tulungagung Buka Suara Soal Banyaknya Koperasi Kesulitan Modal

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 21 Februari 2025 | 21:42 WIB
Ilustrasi koperasi.(deepai.org)
Ilustrasi koperasi.(deepai.org)

Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Tulungagung angkat bicara soal banyaknya lembaga koperasi yang kolaps akibat masalah permodalan.

Menurut Ketua Dekopinda Tulungagung, Nyadin, permasalahan yang dihadapi oleh usaha mikro (UM) di Tulungagung tidak hanya ada pada modal. Masalah manajemen dan pemasaran juga menjadi tantangan utama dalam pengembangan bisnis di koperasi.

“Banyak UKM yang menganggap modal sebagai masalah utama. Padahal manajemen dan pemasaran menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan usaha mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Bakal Libatkan Koperasi di Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung, Dinkop UM: Menunggu Juklak Turun

Dalam hal ini, ada berbagai faktor yang melatarbelakangi keberlangsungan suatu lembaga koperasi. Mulai dari produk, pemasaran, dan permodalan itu sendiri.

“Jika pemasaran produk mereka baik, modal pasti akan datang dengan sendirinya,” tambahnya.

Dia juga menekankan pentingnya manajemen yang sehat agar usaha tetap berjalan dengan prospek yang jelas. Jika manajemen dan pemasaran tidak dikelola dengan baik, meskipun modal tersedia, usaha tersebut tidak akan berkembang dengan maksimal.

Dekopinda, lanjut Nyadin, secara terbuka mengajak lembaga koperasi untuk bekerja sama agar tak lagi terganjal masalah modal. Teknisnya, koperasi bisa memilih model kerjasama yang akan diambil. Mulai dari syariah hingga konvensional.

“Kami juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha mikro untuk memperhatikan manajemen dan pemasaran,” kata Nyadin.

Di sisi lain, Dekopinda juga mencatat kurangnya minat kaum muda terhadap koperasi. Nyadin menyebut, mata pelajaran koperasi pernah diajarkan di sekolah, tetapi kini pelajaran tersebut sudah tidak ada lagi. Hal ini menyebabkan banyak anak muda kurang tertarik untuk bergabung dengan koperasi.

Baca Juga: Rapor 201 Koperasi di Tulungagung Merah Menyala, Siap-Siap Tinggal Nama

“Dan ini menjadi tantangan kami dewan koperasi Indonesia sama Dinas Koperasi Bagaimana menjadikan masyarakat di Tulungagung ini khususnya kaum milenial ini untuk senang berkoperasi terus kemudian memilih operasi sebagai pilihan untuk Mandiri dan berwirausaha,” sebutnya.

Dia berharap, dengan pemahaman yang lebih baik mengenai koperasi dan manfaatnya, ke depan akan ada lebih banyak anak muda yang tertarik bergabung dan berwirausaha melalui koperasi.

“Bukan masalah. Cuman kita ingin menanamkan jiwa koperasi ini kepada anak-anak muda, kaum remaja ,dan anak-anak sekolah,” akunya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#koperasi tulungagung #dekopinda tulungagung #tulungagung #berita tulungagung #koperasi syariah #koperasi