RADAR TULUNGAGUNG - Desa di Tulungagung selatan ini memiliki hal lain dari pada desa pada umumnya.
Meskipun wilayahnya ada yang berupa pegunungan, namun memiliki beberapa pantai ikonik di Tulungagung.
Baca Juga: Angkat Permasalahan Desa di Tulungagung Jadi Disertasi, Dosen UIN SATU Ini Sah Jadi Doktor
Bahkan kekayaan mineral alam yang melimpah di desa ini menjadi asal muasal julukan Kota Marmer yang melekat pada Tulungagung.
Ya, desa yang dimaksud adalah Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung.
Baca Juga: Infrastruktur di Desa Kalidawir Memprihatinkan, Begini Kondisinya
Desa Besole, Kecamatan Besuki berjarak sekitar 27 kilometer dari pusat kota Tulungagung.
Luas Desa Besole sekitar 8,01 kilometer persegi dan terbagi menjadi tiga dusun, yakni Besole, Gambiran, dan Popoh.
Baca Juga: Pendamping Desa di Tulungagung Sambat Gaji Dua Bulan Tak Dibayar, Apa Langkah Mereka?
Berdasarkan data dari BPS Tulungagung 2015, jumlah penduduk Desa Besole mencapai 9.395 jiwa, rinciannya 4.791 perempuan dan 4.604 laki-laki.
Desa Besole kaya akan hasil tambang berupa batuan marmer dan di sinilah bercokol PT Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT).
Bahkan konon ini menjadi pusat pengolahan marmer terbesar di Indonesia.
Tak mustahil hal ini menjadi dasar munculnya julukan Kota Marmer bagi Tulungagung.
Belum lagi keberadaan wisata Pantai Popoh dan Sidem yang menjadi andalan daerah.
Selain itu, di Desa Besole juga ada Telaga Bedalem yang memiliki teratai mekar di waktu tertentu.
Bahkan di tengah telaga ini konon ada makam tokoh penyebar agama Islam di Tulungagung. ****
Editor : Dharaka R. Perdana