RADAR TULUNGAGUNG - Efisiensi anggaran yang digalakan oleh pemerintah pusat cukup berdampak.
Salah satu yang terdampak adalah alokasi bantuan kepada rumah tidak layak huni (RTLH) atau bedah rumah di Kabupaten Tulungagung yang menurun dari tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tulungagung, Anang Pratistianto menjelaskan tahun ini alokasi bantuan untuk RTLH di Tulungagung adalah 50 rumah saja.
Ada tambahan 8 rumah melalui program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD).
Sehingga total ada 58 RTLH yang diperbaiki tahun ini.
Angka itu mengalami penurunan yang cukup tajam dibandingkan tahun 2024 lalu.
Dimana pada tahun sebelumnya, alokasi bantuan untuk RTLH di Tulungagung mencapai 85 rumah.
Terkait penurunan alokasi ini, Anang menyebut mungkin saja akibat dampak efisiensi anggaran yang digalakan oleh pemerintah pusat.
“Memang menyesuaikan anggaran yang ada. Kemungkinan juga terdampak efisiensi anggaran,” jelas Anang.
Untungnya besaran bantuan yang diberikan tidak ada perubahan.
Setiap penerima bantuan RTLH, mendapatkan total Rp 20 juta.
Pihak Dinas Perkim juga akan melakukan pendampingan terhadap para penerima bantuan ini.
“Penerima bantuan ini berdasarkan data kita, kebanyakan di daerah pegunungan seperti Sendang dan Pagerwojo,” tutupnya.***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri