RADAR TULUNGAGUNG - Kecelakaan kereta api di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Tulungagung membuat orang mengernyitkan dahi.
Sebenarnya apa penyebab sebenarnya nasib Sutrianik berakhir tragis di jalur kereta api Tulungagung - Blitar?
Kasi Humas Polres Tulungagung Ipda Nanang Murdiyanto mengatakan sebelum korban tertabrak kereta api saat itu korban baru saja memetik daun jeruk yang berada di utara perlintasan rel kereta api.
Selanjutnya berjalan di atas perlintasan kereta api menuju ke arah barat dengan maksud akan pulang ke rumah.
Baca Juga: Niat Ziarah, Perempuan Asal Rejotangan Tulungagung Tertemper Kereta Api Hingga Meninggal
"Ketika ada kereta api yang melintas dari arah timur menuju ke arah barat saat itu korban sempat diklakson kereta api," jelasnya.
Karena tidak dihiraukan, lanjut Nanang, akhirnya korban tertabrak Kereta Api CL Penataran jurusan Malang - Surabaya.
Korban terseret kurang lebih sejauh 100 meter dan langsung meninggal dunia di TKP.
Sekadar mengingatkan, kecelakaan di jalur kereta api di Tulungagung kembali terjadi.
Baca Juga: Sepekan Jelang Ramadhan, Arus Penumpang Kereta Api di Stasiun Tulungagung Mulai Meningkat
Setelah minggu lalu ada dua kecelakaan di jalur kereta api di Tulungagung timur, hari ini Senin (24/2) terjadi peristiwa serupa.
Kali ini di timur perlintasan tanpa palang pintu di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Tulungagung.
Akibatnya Sutrianik, warga Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Tulungagung meninggal usai tertabrak KA Penataran. ****
Editor : Dharaka R. Perdana