RADAR TULUNGAGUNG – Kepedulian sosial kembali ditunjukkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung bersama Paguyuban Duta Wisata Kakang Mbakyu melalui kegiatan bertajuk “Share in Ramadan 2026”, sebuah gerakan berbagi yang menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di bulan suci Ramadan.
Kegiatan sosial ini menjadi momentum mempererat solidaritas antara pemerintah daerah, komunitas duta wisata, serta masyarakat Tulungagung untuk bersama-sama menyalakan kembali semangat berbagi.
Kepala Disbudpar Tulungagung, M. Ardian Candra, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang saat ini turut terdampak berbagai persoalan global.
Baca Juga: Dr Desi Kembali Pimpin IKA Unair Cabang Tulungagung
Menurut dia, berbagai krisis kemanusiaan yang terjadi di sejumlah wilayah dunia secara tidak langsung memengaruhi kondisi perekonomian masyarakat, termasuk di daerah.
“Melalui kegiatan Share in Ramadan ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang mungkin sedang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujar Candra.
Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dengan komunitas generasi muda yang tergabung dalam Paguyuban Kakang Mbakyu Tulungagung.
Dalam program ini, anak-anak yatim dipilih sebagai fokus utama penerima bantuan.
Candra menilai mereka merupakan kelompok masyarakat yang rentan, namun sekaligus menjadi generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
“Anak-anak yatim adalah bagian dari masa depan kita. Dengan memberikan perhatian dan dukungan hari ini, kita berharap mereka tetap memiliki semangat untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Program Share in Ramadan 2026 dilaksanakan selama dua hari dengan rangkaian kegiatan sosial yang sederhana namun penuh makna.
Pada hari pertama, Jumat (13/3), kegiatan dipusatkan di panti asuhan Sabilil Muttaqien Tulungagung.
Dalam kegiatan tersebut, para duta wisata bersama jajaran Disbudpar menyerahkan santunan kepada puluhan anak-anak yatim berupa donasi, paket sembako, serta berbagai kebutuhan lainnya.
Suasana kehangatan terasa ketika para Kakang Mbakyu berinteraksi langsung dengan anak-anak panti melalui berbagai kegiatan seperti sharing session, permainan edukatif, belajar bersama, hingga pengajian dan berbuka puasa bersama.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi bantuan, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antara generasi muda dengan masyarakat.
Sementara itu, hari kedua, Sabtu (14/3), kegiatan dilanjutkan di Teko Cafe yang terdapat di Kutoanyar, dengan aksi sosial berupa buka puasa bersama serta pembagian takjil kepada masyarakat dan pengendara di sekitar Kelurahan Kutoanyar.
Rangkaian kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Disbudpar Tulungagung, Paguyuban Duta Wisata Kakang Mbakyu, hingga Dharma Wanita Persatuan Disbudpar Tulungagung.
Candra, mengapresiasi kepedulian para duta wisata yang tetap aktif dalam kegiatan sosial di tengah kesibukan mereka sebagai pelajar maupun mahasiswa.
Kehadiran Kakang Mbakyu tidak hanya berperan dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kepedulian sosial di masyarakat.
“Yang menarik dari kegiatan ini adalah semangat teman-teman Kakang Mbakyu. Di tengah berbagai kesibukan mereka, masih menyempatkan diri untuk peduli dan berbagi dengan sesama,” ujarnya.
Semangat tersebut dinilai sejalan dengan peran duta wisata sebagai representasi generasi muda yang tidak hanya mengenalkan budaya dan pariwisata, tetapi juga membawa nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Perwakilan Paguyuban Duta Wisata Kakang Mbakyu Tulungagung, Adinda Rahayu, mengatakan bahwa program Share in Ramadan merupakan agenda tahunan yang terus dilanjutkan oleh generasi Kakang Mbakyu setiap tahunnya.
Bahkan kegiatan ini menjadi salah satu cara bagi duta wisata untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat nyata.
“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan, sekaligus mempererat silaturahmi di bulan Ramadan,” katanya.
Ia menjelaskan, penghimpunan donasi dilakukan secara online maupun offline, melibatkan para donatur dari berbagai kalangan masyarakat.
Dana yang terkumpul kemudian disalurkan dalam bentuk sembako, peralatan sekolah, makanan berbuka puasa, hingga santunan bagi anak-anak yatim.
Sejauh ini, total donasi yang berhasil dihimpun telah mencapai lebih dari Rp 9,5 juta, termasuk dukungan sponsorship berupa makanan dan takjil yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Ke depan, Disbudpar Tulungagung berharap kegiatan Share in Ramadan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak panti asuhan di berbagai wilayah.
Pemerintah daerah juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan masyarakat, komunitas, maupun dunia usaha melalui dukungan donasi dan program tanggung jawab sosial perusahaan. (rin/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri