RADAR TULUNGAGUNG – Jelang arus mudik Lebaran, perbaikan sejumlah ruas jalan di Tulungagung terus digenjot.
Pantauan di lapangan, beberapa titik sudah mulus, sementara ruas lainnya segera menyusul pengerjaan pengaspalan.
Namun di beberapa titik harus dikejarkan ekstra lantaran ada fondasi jalan yang rusak.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Ahmad Rifai Sodik menjelaskan, progres pekerjaan di beberapa ruas jalan sudah cukup signifikan.
Salah satunya ruas Gragalan–Podorejo yang kini memasuki tahap pengerjaan marka jalan. Sementara itu, ruas Pulotondo–Bukur saat ini tengah dilakukan penghamparan lapis aspal AC-BC.
“Untuk Bendilwungu–Wates menyusul kemudian,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.
Selain itu, pada ruas Junjung–Wajakkidul dalam beberapa hari ke depan akan dilakukan perbaikan pada titik-titik kerusakan jalan.
Penanganan difokuskan pada lubang-lubang yang cukup parah agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Sekitar empat hari lagi mulai perbaikan spot-spot dulu, terutama lubang yang parah. Yang penting selama lebaran sudah bisa dilalui dengan nyaman,” jelasnya.
Menurut Sodik, langkah tersebut menjadi prioritas menjelang Lebaran agar tidak ada jalan berlubang yang berpotensi memicu kecelakaan.
Perbaikan menyeluruh pada ruas tersebut rencananya dilanjutkan setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Nanti setelah hari raya baru kita timpa lagi secara keseluruhan, karena waktunya sudah mepet,” tambahnya.
Sementara itu, pengaspalan di Jalan MT Haryono juga terus dilanjutkan dan ditargetkan rampung sebelum Lebaran.
Dalam pelaksanaannya, pekerjaan pengaspalan lebih banyak dilakukan pada malam hari.
Hal itu dilakukan untuk menghindari kepadatan lalu lintas sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kita menghindari lalu lintas yang ramai, supaya penutupan jalan tidak mengganggu, makanya banyak dikerjakan malam hari,” katanya.
Sodik menambahkan, hingga saat ini kendala utama dalam proses perbaikan jalan adalah faktor cuaca.
Pada awal Ramadan, hujan kerap turun pada sore hari sehingga pekerjaan pengaspalan tidak bisa dilakukan secara maksimal.
Selain itu, di sejumlah titik juga ditemukan kerusakan hingga pada lapisan fondasi jalan, sehingga membutuhkan perbaikan lebih dulu sebelum dilakukan pengaspalan.
“Banyak yang rusak sampai fondasinya, jadi tidak bisa langsung diaspal,” pungkasnya. (sri/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri