Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

PMI Tulungagung Buka Posko Donor Darah Ramadan di GOR Lembu Peteng, Stok Golongan B Menipis dan Jadi Prioritas

Rahiiq Al Bachri • Senin, 16 Maret 2026 | 10:28 WIB
PMI Tulungagung berusaha menjaga stok darah selama Ramadan hingga Lebaran nanti dengan mengerahkan mobil donor darah di pusat keramaian.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
PMI Tulungagung berusaha menjaga stok darah selama Ramadan hingga Lebaran nanti dengan mengerahkan mobil donor darah di pusat keramaian.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Ketersediaan stok darah di Tulungagung pada Ramadan tahun ini terbilang lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut mendorong Unit Donor Darah (UDD) PMI Tulungagung melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga pasokan, terutama menjelang Lebaran.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka posko donor darah “jemput bola” di GOR Lembu Peteng.

Posko ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mendonorkan darah selama bulan Ramadan.

Baca Juga: Diduga Kurang Kuasai Kendaraan, Pengendara Motor di Boyolangu Tulungagung Tewas dalam Kecelakaan Tunggal

Kepala UDD PMI Tulungagung dr Rukmi mengatakan, sejak awal Ramadan stok darah memang lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika biasanya stok awal bisa mencapai sekitar 1.000 kantong, tahun ini hanya sekitar 800 kantong.

“Tahun ini persediaan memang agak sedikit. Biasanya lima tahun terakhir tidak pernah sampai harus membuka layanan malam seperti ini. Tapi karena stok menurun, kami membuka layanan di GOR setiap pukul 17.00 hingga 20.00 WIB,” ujarnya pada Rabu (11/3) lalu.

Berdasarkan data terbaru, total stok darah yang tersedia saat ini tercatat sekitar 680 kantong. Dari jumlah tersebut, golongan darah B menjadi yang paling menipis karena jumlahnya turun hingga di bawah 100 kantong.

Baca Juga: Belum 3 Bulan Terima SK, 18 PPPK Paruh Waktu di Pemkab Tulungagung Mengundurkan Diri, Ini Rinciannya

Rinciannya, golongan darah O tercatat sebanyak 159 kantong, golongan A sebanyak 146 kantong, sedangkan golongan AB relatif stabil dengan 71 kantong.

Dari total itu termasuk trombosit dan plasma beku, tetapi yang paling sering dipakai adalah PRC. Untuk PRC yang tersedia sekitar 455 kantong dari semua golongan. Yang paling menipis memang golongan B, jumlahnya kurang dari 100 kantong,” jelasnya.

Meski demikian, PMI memastikan pasokan darah untuk bank darah rumah sakit (BDRS) di Tulungagung masih terkendali. Di antaranya untuk RSUD dr Iskak, RS Bhayangkara Tulungagung, hingga RSUD dr Karneni.

Baca Juga: Sempat Dicari Ibunya, Bocah 7 Tahun di Tulungagung Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Lele Warga

Jika sewaktu-waktu stok darah di Tulungagung habis, PMI juga memiliki jaringan kerja sama dengan daerah lain seperti Kediri, Blitar, dan Malang untuk saling membantu memenuhi kebutuhan darah.

Kami punya jejaring dengan beberapa daerah. Kalau di sini kosong, kami bisa meminta bantuan dari sana, begitu juga sebaliknya. Prinsipnya jangan sampai rumah sakit di Tulungagung kesulitan mendapatkan darah,” tegasnya. (mg3/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#stok darah #donor darah #ramadan #lebaran #Pmi Tulungagung