RADAR TULUNGAGUNG – Kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan beras menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, dipastikan tidak perlu terjadi.
Perum Bulog Cabang Tulungagung memastikan stok beras di gudang mereka masih sangat mencukupi.
Hingga pertengahan Maret 2026, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Tulungagung tercatat mencapai sekitar 35 ribu ton.
Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menjelaskan ketersediaan beras saat ini dalam kondisi aman.
Bahkan stok diprediksi masih akan bertambah seiring masuknya masa panen di sejumlah wilayah Tulungagung.
“Stok yang ada saat ini sekitar 35 ribu ton. Dengan asumsi penyaluran sekitar 3.500 ton per bulan, stok ini cukup untuk sekitar 10 bulan ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, dari total penyaluran tersebut sebagian besar dialokasikan untuk program bantuan pangan pemerintah.
Setiap bulan sekitar 2.500 ton beras disalurkan kepada masyarakat melalui program bantuan pangan.
Sementara sisanya sekitar 1.000 ton digunakan untuk program stabilisasi harga melalui Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Penyaluran dilakukan melalui pasar tradisional, gerakan pangan murah, hingga ritel modern.
Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog juga memastikan kualitas beras yang disimpan tetap terjaga.
Penyerapan beras dilakukan melalui mitra penggilingan padi yang tergabung dalam Perpadi dengan standar beras cadangan pemerintah.
Di sisi lain, Bulog juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta Satgas Pangan guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia sekaligus menekan potensi lonjakan harga menjelang Lebaran.
Dengan stok yang melimpah dan potensi tambahan dari masa panen, Bulog optimistis kebutuhan beras masyarakat Tulungagung tetap aman selama momentum Ramadan hingga Idulfitri.
Editor : Sandy Sri Yuwana