RADAR TULUNGAGUNG – Memasuki momen Lebaran, masyarakat di Kabupaten Tulungagung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hal ini menyusul kondisi cuaca yang saat ini memasuki masa peralihan musim atau pancaroba pada periode Maret hingga April.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, mengatakan bahwa karakteristik cuaca pada masa pancaroba cenderung tidak menentu dan berubah secara cepat.
“Sekarang ini sudah masuk pancaroba. Biasanya ditandai siang hari panas, kemudian sore hingga malam turun hujan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena perubahan cuaca yang terjadi bisa berlangsung secara ekstrem dalam waktu singkat. Dia menjelaskan, hujan yang turun pada masa pancaroba umumnya bersifat lebat namun berdurasi singkat.
Meski demikian, intensitas hujan yang tinggi kerap disertai angin kencang dan petir yang berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat.
“Karakteristiknya hujan deras, tapi singkat. Sering juga disertai angin kencang dan petir,” jelasnya.
Tidak hanya itu, dalam kondisi tertentu, fenomena hujan es juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Meskipun jarang, kejadian tersebut tetap perlu diantisipasi oleh masyarakat.
“Kadang-kadang juga bisa terjadi hujan es, meskipun tidak sering,” imbuhnya.
Dengan kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Warga diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum bepergian, serta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berisiko saat hujan disertai angin kencang.
Selain potensi bencana hidrometeorologi, perubahan cuaca di masa pancaroba juga berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Sudarmaji mengingatkan bahwa risiko penyakit demam berdarah dengue (DBD) cenderung meningkat pada masa ini.
Hal tersebut dipicu oleh banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
“Perlu diwaspadai juga penyakit, terutama DBD yang biasanya meningkat saat pancaroba,” katanya.
Baca Juga: Reuni Alumni SMPN 1 Tulungagung Angkatan 1984, Bukti Persahabatan Tetap Terjaga 40 Tahun
Tidak hanya itu, perubahan suhu yang tidak menentu juga membuat masyarakat rentan terserang penyakit seperti flu dan batuk. Untuk itu, warga diimbau menjaga kondisi tubuh agar tetap fit, terlebih di tengah meningkatnya aktivitas selama momen Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi.
“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Perubahan cuaca seperti ini bisa memicu flu dan batuk,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan rutin membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menampung air.
Langkah sederhana seperti menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air dinilai efektif untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk.
Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan dapat mengatur aktivitas dengan baik serta tidak memaksakan diri beraktivitas di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
BPBD berharap, dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, berbagai potensi risiko baik bencana maupun gangguan kesehatan selama masa pancaroba dapat diminimalisasi sehingga perayaan Lebaran dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri