Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Stok Beras Tulungagung Aman 2026, Cadangan Pangan Tembus 79 Ton, Siap Antisipasi Darurat dan Gejolak Harga

Rahiiq Al Bachri • Selasa, 24 Maret 2026 | 11:38 WIB
Stok beras Tulungagung 2026 aman.
Stok beras Tulungagung 2026 aman.

RADAR TULUNGAGUNG – Ketersediaan cadangan pangan di Kabupaten Tulungagung dipastikan dalam kondisi aman. Pemerintah daerah melalui dinas ketahanan pangan (DKP) telah menyiapkan cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak harga maupun kondisi darurat.

Berdasarkan data terbaru, stok cadangan beras yang dikelola Pemkab Tulungagung saat ini mencapai 60,27 ton. Jumlah tersebut diproyeksikan masih akan bertambah dalam waktu dekat, seiring rencana pengadaan saat musim panen raya.

Kepala DKP Tulungagung Sony Welly Ahmadi melalui kabid distribusi dan cadangan pangan, Hari Pujianto, mengatakan bahwa tambahan stok akan dilakukan sekitar April hingga Mei mendatang.

“Stok kita sekarang di 60,27 ton. Nanti direncanakan pada April atau Mei saat panen raya akan ada pengadaan lagi sekitar 19 ton,” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya tambahan tersebut, total cadangan beras diperkirakan mencapai sekitar 79 ton. Jumlah ini dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat selama 2026.

Baca Juga: Momen Lebaran 2026, BPBD Tulungagung Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem Pancaroba hingga Ancaman DBD dan Angin Kencang

“Jika ditotal sekitar 79 ton. Insya Allah jumlah tersebut sangat aman untuk mencukupi kebutuhan Tulungagung selama 2026,” jelasnya.

Jumlah tersebut bahkan melampaui target kebutuhan tahunan yang telah ditetapkan dalam surat keputusan (SK) bupati, yakni sebesar 70 ton. Cadangan beras ini difungsikan sebagai buffer stock atau stok penyangga yang hanya akan digunakan dalam kondisi tertentu.

Hari menjelaskan, cadangan pangan tersebut tidak digunakan untuk konsumsi rutin, tetapi untuk kebutuhan darurat seperti bencana alam, penanganan kerawanan pangan, hingga intervensi pada masyarakat dengan kondisi ekonomi ekstrem.

“Cadangan ini digunakan untuk kondisi darurat, seperti banjir, tanah longsor, atau penanganan kemiskinan ekstrem,” terangnya.

Dalam hal pengelolaan, Pemkab Tulungagung tidak lagi menyimpan beras secara fisik di gudang milik pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko penyusutan atau kerusakan akibat hama gudang.

Baca Juga: Kisah Guru SD di Tulungagung Raup Cuan dari Sketsa Hitam Putih, Omzet Tembus Ratusan Ribu Per Bulan

Sebagai gantinya, sejak tahun 2017, pemerintah daerah menjalin kemitraan dengan penggilingan padi lokal. Melalui sistem ini, stok cadangan tetap terjaga tanpa harus disimpan dalam jangka waktu lama.

“Dulu kalau dikelola sendiri sering terjadi penyusutan atau rusak karena hama. Sekarang kita bermitra dengan penggilingan lokal,” jelasnya.

Dalam kerja sama tersebut, penggilingan padi bertugas menjaga ketersediaan beras sesuai kebutuhan pemerintah. Saat diperlukan, mereka siap menyuplai beras dengan kualitas segar dalam waktu cepat.

“Perjanjiannya, ketika daerah membutuhkan, mereka siap menyediakan beras dengan kualitas baik dan cepat,” imbuhnya.

Dengan sistem tersebut, selain menjaga kualitas beras tetap baik, pemerintah juga dapat lebih fleksibel dalam pengelolaan cadangan pangan.

Pemkab Tulungagung memastikan, dengan ketersediaan cadangan beras yang mencukupi serta sistem pengelolaan yang lebih efisien, kebutuhan pangan masyarakat dalam kondisi darurat dapat terpenuhi tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah. (mg3/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#cadangan pangan #stok beras tulungagung #bahan pokok #stok beras