Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Produksi Perikanan Tangkap Tulungagung 2025 Tembus 27,8 Ton, Ikan Nilem dan Nila Dominasi Hasil Perairan Darat

Rahiiq Al Bachri • Rabu, 25 Maret 2026 | 11:53 WIB
Para nelayan di pesisir pantai Popoh sedang membawa ikan hasil tangkapannya.(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Para nelayan di pesisir pantai Popoh sedang membawa ikan hasil tangkapannya.(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Produksi perikanan tangkap di perairan umum daratan Kabupaten Tulungagung sepanjang 2025 menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Total hasil tangkapan tercatat mencapai 27,829 ton.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan (Diskan) Tulungagung, Ulul Azmi, mengatakan bahwa dari total tersebut, ikan nilem menjadi komoditas dengan produksi tertinggi.

“Ikan nilem masih mendominasi hasil tangkapan di perairan darat,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, produksi ikan nilem mencapai 9,578 ton atau menjadi penyumbang terbesar dari total tangkapan. Di posisi kedua, terdapat ikan nila dengan total produksi 9,297 ton.

Selisih keduanya relatif tipis, menunjukkan bahwa kedua jenis ikan tersebut menjadi komoditas utama bagi nelayan perairan darat di Tulungagung.

Baca Juga: Krisis Regenerasi Petani Muda di Tulungagung, Jumlahnya Belum 10 Persen meski Ada Program YESS dan Pelatihan Usaha Pertanian

Sementara itu, di posisi berikutnya terdapat ikan patin jambal dengan produksi mencapai 4,609 ton, sedangkan kategori ikan lainnya menyumbang sekitar 4,345 ton dari total produksi.

“Urutannya masih didominasi nilem, kemudian nila, disusul patin jambal, dan jenis ikan lainnya,” jelas Ulul.

Dia menambahkan, tingginya produksi ikan nilem dan nila tidak lepas dari kondisi perairan darat di Tulungagung yang cukup mendukung habitat kedua jenis ikan tersebut.

Selain itu, kedua komoditas tersebut juga memiliki nilai ekonomis yang cukup baik dan permintaan pasar yang stabil.

Ulul menjelaskan, hasil perikanan tangkap ini berasal dari berbagai perairan umum daratan, seperti sungai, waduk, dan embung yang tersebar di wilayah Tulungagung.

Baca Juga: Target Investasi Tulungagung 2026 Tembus Rp 546 Miliar, Sektor Makanan dan Minuman Masih Dominan dan Pariwisata Mulai Dilirik Investor

Menurutnya, potensi perairan darat di Tulungagung masih cukup besar untuk terus dikembangkan, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat nelayan.

“Potensi kita masih besar, tinggal bagaimana pengelolaannya agar tetap berkelanjutan,” katanya.

Dia juga terus mendorong upaya pelestarian sumber daya ikan, salah satunya dengan pengaturan pola penangkapan serta restocking atau penebaran benih ikan secara berkala.

Langkah tersebut dilakukan agar populasi ikan di perairan darat tetap terjaga dan produksi dapat terus meningkat dari tahun ke tahun. (mg3/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ikan tangkap #ikan nilem #nila #hasil tangkap ikan tulungagung #perikanan