RADAR TULUNGAGUNG – Target lelang proyek pembangunan Jembatan Junjung sebelum Lebaran dipastikan belum tercapai.
Hingga kini, proses lelang masih terus berjalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung.
Padahal, OPD yang membidangi konstruksi ini sempat bilang bakal selesai sebelum Idul Fitri.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, mengatakan bahwa paket pekerjaan tersebut memiliki pagu anggaran Rp 7,5 miliar.
Menurutnya, proses administrasi lelang membutuhkan waktu sehingga target awal sebelum Lebaran belum bisa direalisasikan.
“Proses lelang masih berjalan. Memang belum bisa tuntas sebelum Lebaran,” ujarnya.
Meski demikian, dia menargetkan lelang proyek tersebut dapat segera rampung setelah Lebaran sehingga pelaksanaan pekerjaan fisik bisa segera dimulai.
“Target kami setelah Lebaran sudah selesai, sehingga pekerjaan bisa dimulai sekitar April,” jelasnya.
Rifai menambahkan, terdapat perubahan desain pada pembangunan Jembatan Junjung dibandingkan dengan rencana sebelumnya.
Baca Juga: Setahun Putus dan Warga Harus Memutar, Jembatan Junjung Tulungagung Dipastikan Dibangun Tahun 2026
Pada desain terbaru, konstruksi jembatan tidak lagi menggunakan tiang pancang di bagian tengah.
Perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan konstruksi, terutama saat terjadi kenaikan debit air sungai.
“Bentangnya diubah. Tidak ada tiang di tengah. Harapannya lebih aman saat debit air naik,” terangnya.
Dengan perubahan desain tersebut, diharapkan jembatan memiliki ketahanan lebih baik terhadap potensi arus deras yang kerap terjadi saat musim hujan.
PUPR berharap proses lelang dapat segera selesai agar pembangunan Jembatan Junjung bisa segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Semoga bentuk jembatan baru ini bisa lebih awet dalam menghadapi perubahan cuaca yang berpengaruh pada debit air sungai," tandasnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri