Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Gayatri Tulungagung, Yono, mengungkapkan bahwa kepadatan penumpang sudah mulai terasa sejak H+1 dan tetap bertahan tinggi hingga H+3.
Namun, titik tertinggi keramaian orang terjadi tepat pada 24 Maret.
"Puncak arus balik terjadi pada 24 Maret atau H+3. Penumpang yang berangkat dari sini mencapai 9 ribu orang dengan dukungan 293 armada bus," jelasnya kemarin.
Jika dikomparasikan dengan tahun lalu, kenaikan tahun ini cukup drastis.
Pada arus balik tahun sebelumnya, jumlah penumpang keberangkatan hanya berada di angka 5.231 orang dengan total 282 armada.
Artinya, dengan penambahan hanya 11 armada bus, terminal harus melayani tambahan hampir 4 ribu penumpang baru.
Meski volume penumpang membeludak, Yono memastikan hingga saat ini seluruh penumpang dapat terlayani dengan baik.
Koordinasi intensif dengan pihak manajemen perusahaan otobus (PO) terus dilakukan untuk menjamin ketersediaan kursi di tengah kemacetan jalur darat.
"Alhamdulillah sampai hari ini penumpang terangkut semua. Memang karena situasi kondisi di jalan macet di mana-mana, mungkin ada keterlambatan untuk armada, tapi yang jelas semuanya terangkut," tegasnya.
Baca Juga: Wisata Lebaran di JLS Tulungagung Ramai, Pantai Gemah Tetap Jadi Favorit meski Pengunjung Menyusut
Hingga saat ini, pihak terminal belum melakukan penambahan armada secara khusus karena jumlah bus reguler yang ada dinilai masih mencukupi.
"Untuk armada kayaknya itu belum ada penambahan. Tetap dan bisa tercukupi," pungkasnya. (mg3/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri