Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Relawan SPPG Menganggur, 8 Dapur MBG di Tulungagung Kena Sanksi Suspend Imbas Dugaan Keracunan

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 31 Maret 2026 | 10:02 WIB
Salah satu SPPG di Tulungagung yang dihentikan sementara operasionalnya setelah munculnya kasus dugaan keracunan menu MBG.(SANDY SRI YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Salah satu SPPG di Tulungagung yang dihentikan sementara operasionalnya setelah munculnya kasus dugaan keracunan menu MBG.(SANDY SRI YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Relawan delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung harus nganggur.

Alasannya, mereka terkena sanksi penghentian sementara operasional (suspend) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Kebijakan itu diambil menyusul adanya dugaan kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta temuan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

Koordinator BGN Wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardika mengungkapkan, saat ini terdapat 116 dapur SPPG yang beroperasi di wilayahnya.

Namun, delapan di antaranya dikenai sanksi suspend oleh BGN pusat.

Baca Juga: Tak Terganggu WFH, Samsat Tulungagung Pastikan Semua Layanan Pajak Kendaraan Tetap Optimal dan Mudah Diakses

“Sejauh ini ada delapan dapur SPPG yang dikenakan suspend atau dihentikan operasionalnya sementara waktu,” ujarnya, Minggu (29/3).

Menurut dia, penghentian operasional tersebut dilatarbelakangi beragam persoalan.

Mulai dari tidak adanya pengawas gizi, fasilitas yang belum memadai, hingga kasus menonjol berupa dugaan keracunan MBG.

Sebrina merinci, dari delapan dapur tersebut, 1 SPPG tidak memiliki pengawas gizi, 3 lainnya terkendala fasilitas, sementara 4 dapur diduga berkaitan dengan kasus keracunan yang sempat terjadi di sejumlah sekolah beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Tak Penuhi Prinsip Five Freedoms, Aktivis Lingkungan Hidup Tulungagung Kritik Kondisi Satwa di Pendapa

Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari empat dapur yang diduga menjadi penyebab keracunan itu, lanjut dia, sudah dikantongi dan diserahkan ke BGN pusat.

Namun, dia belum dapat membeberkan hasilnya ke publik. 

“Untuk hasil uji laboratorium sampel makanannya, kami belum bisa jelaskan secara langsung. Tetapi sudah kami laporkan ke BGN pusat,” katanya.

Saat ini, empat dapur yang diduga terkait kasus keracunan tersebut diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan SOP.

Baca Juga: Melihat Kemeriahan Halalbihalal di PG Modjopanggoong Tulungagung: Momen Saling Memafkan, Energi Sambut Musim Giling 2026

Selain itu, pengelola juga wajib memperbaiki sarana dan prasarana sesuai rekomendasi Dinas Kesehatan Tulungagung.

Tak hanya itu, BGN juga menyoroti keluhan masyarakat terkait distribusi MBG selama Ramadan 2026 yang dinilai belum optimal.

Kondisi tersebut dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan ke depan. Sebrina menegaskan, fokus BGN pada tahun ini mulai bergeser.

Jika pada 2025 lebih menitikberatkan pada perluasan jumlah dapur SPPG, maka pada 2026 perhatian diarahkan pada peningkatan kualitas.

“Ke depan kami fokus pada kualitas menu, sarana prasarana, serta kualitas SDM di SPPG,” pungkasnya. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#keracunan mbg tulungagung #badan gizi nasional #MBG #SPPG