RADAR TULUNGAGUNG - Personel Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung tak boleh berpangku tangan saat arus balik masih terus berlangsung.
Bahkan, mereka harus terus mengecek kelayakan angkutan bus yang membawa pemudik.
Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Gayatri Tulungagung, Yono, menegaskan bahwa tidak memberikan toleransi terhadap armada yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Setiap hari, petugas di lapangan secara rutin melakukan ramp check.
"Petugas kami setiap hari melakukan inspeksi keselamatan untuk mengecek kelengkapan administrasi seperti buku uji, kartu pengawasan, hingga kondisi fisik armada tersebut. Ini krusial karena kita harus memastikan armada benar-benar layak jalan," tegasnya.
Pria paro baya ini melanjutkan, selain pengecekan teknis kendaraan, manajemen terminal juga melakukan pengaturan personel secara intensif untuk mengurai potensi penumpukan.
Yono menyebut penempatan personel dilakukan mulai dari jalur penurunan hingga selter pemberangkatan untuk memastikan sirkulasi bus tetap lancar meski kondisi jalan nasional sedang padat.
"Memang karena situasi di jalan, macet di mana-mana, mungkin ada keterlambatan armada tiba di terminal. Namun, dengan penempatan personel di titik-titik krusial, alhamdulillah sampai hari ini semua penumpang terangkut dan tidak ada yang telantar," tambahnya.
Terkait pengamanan dan rekayasa lalu lintas, pihak terminal terus menjalin komunikasi intensif dengan lintas instansi.
Di kawasan Terminal Gayatri, telah disiagakan pos pelayanan (posyan) yang melibatkan jajaran TNI, Polri, dinas kesehatan, hingga disdukcapil.
Koordinasi ini bertujuan untuk merespons cepat jika terjadi gangguan keamanan maupun kebutuhan rekayasa jalan secara mendadak.
"Koordinasi kami lakukan setiap hari. Jika nanti ada perkembangan terkait rekayasa jalan atau gangguan keamanan, semua sudah ter-cover oleh personel yang ada di posyan. Sinergi ini penting untuk menjaga kelancaran dan ketertiban arus balik tahun ini," pungkasnya.(mg3/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri