RADAR TULUNGAGUNG – Komitmen mahasiswa dalam merespons krisis lingkungan mendapat dukungan penuh dari Pemkab Tulungagung.
Hal itu disampaikan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) se-Jawa dan Nusa Tenggara di UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Kamis (2/4).
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Ahmad Baharudin, unsur Forkopimda, serta Direktur Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Hari Purwanto.
Bupati Gatut Sunu, menjelaskan forum bertajuk ekoteologi tersebut bukan sekadar agenda rutin mahasiswa.
PLebih dari itu, menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah nyata menghadapi persoalan lingkungan yang kian kompleks.
“Ini penting, apalagi berkaitan dengan lingkungan hidup. Harapannya bisa memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya di Tulungagung,” ujarnya.
Ia menilai mahasiswa memiliki posisi vital sebagai agen perubahan.
Terutama dalam menjaga nilai keislaman yang moderat sekaligus menjawab tantangan sosial yang terus berkembang.
“DEMA PTKIN harus bisa menjadi motor penggerak perubahan yang konstruktif, inovatif, dan berpihak pada kemaslahatan umat,” tegasnya.
Bupati juga membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dengan kalangan akademisi dan mahasiswa.
Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
“Kami terbuka untuk berdiskusi dalam berbagai bidang, mulai pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Rektor UIN SATU Tulungagung Prof Abd Aziz dalam sambutannya menekankan pentingnya penerapan ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyinggung ancaman krisis lingkungan yang semakin nyata.
Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari langkah konkret.
Salah satunya dengan kebijakan kampus yang kini tidak lagi menggunakan kertas dalam penyusunan karya ilmiah.
“Ini bagian dari upaya mengurangi penebangan pohon,” ungkapnya.
Editor : Sandy Sri Yuwana