Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Refleksi Paskah di Tulungagung, Ajak Umat Menang atas Ego dan Wujudkan Hidup Baru yang Penuh Kedamaian

Rahiiq Al Bachri • Senin, 6 April 2026 | 09:36 WIB
Umat Katolik Tulungagung merayakan Minggu Paskah di Gereja Santa Maria Dengan Tidak Bernoda Asal, kemarin (5/4/2026).(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Umat Katolik Tulungagung merayakan Minggu Paskah di Gereja Santa Maria Dengan Tidak Bernoda Asal, kemarin (5/4/2026).(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Perayaan Kebangkitan Yesus Kristus atau Paskah tahun ini tidak sekadar menjadi ritual tahunan bagi umat Katolik di Tulungagung.
Pastor Kepala Paroki Gereja Santa Maria Dengan Tidak Bernoda Asal, Romo Thomas Aquino Djoko Noegroho, membawa refleksi kritis mengenai makna "hidup baru" yang harus dibarengi dengan kedewasaan dalam bersikap di tengah gempuran arus zaman.

Menurut Romo Thomas, kebangkitan adalah puncak iman yang membuktikan bahwa penderitaan dan maut bukanlah akhir dari segalanya.

Baca Juga: Viral Rusa Kurus di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, DPKH Tulungagung Ungkap Penyebab dan Target Pemulihan 3 Bulan

Namun, dia memberikan catatan filosofis bahwa penderitaan manusia modern seringkali bukan karena salib kebenaran, melainkan karena ketidakmampuan mengendalikan keinginan diri.

"Kita sering menderita karena terjebak dalam keinginan yang tak terbatas. Kemajuan teknologi dan banjir iklan telah mengubah 'keinginan' seolah-olah menjadi 'kebutuhan'. Kebangkitan Kristus mengajarkan kita untuk menang atas ego dan keinginan semu tersebut," ujar Romo Thomas.

Bagi dia, esensi dari kebangkitan adalah transformasi menuju kedewasaan paroki. Terwujud dalam sikap peduli antarsesama tanpa mengecualikan.

Baca Juga: Kejurprov Woodball Jatim Perdana Digelar di Tulungagung, 400 Atlet Siap Adu Presisi di Lapangan Hijau

Hal ini selaras dengan pengorbanan Kristus yang menebus kesalahan sesama.

"Orang dewasa itu mau terlibat dan menolong. Jika kita meyakini adanya kehidupan kekal yang damai di surga, maka persiapannya harus dimulai dari sekarang dengan menciptakan kedamaian di dunia. Rumah yang penuh kedamaian adalah surga kecil, sementara permusuhan hanya akan menciptakan 'neraka' di dunia," tegas Romo yang juga mendalami kajian filsafat ini.

Simbol telur Paskah yang identik dengan perayaan hari Minggu pun dimaknai secara mendalam sebagai cikal bakal kehidupan.

Baca Juga: Pertemuan Hangat Jawa Pos Radar Tulungagung dengan Anies Baswedan, Diskusikan Sinergi Media dan Pendidikan

Romo Thomas menggambarkan kebangkitan seperti telur yang pecah untuk memunculkan kehidupan baru.

Pesan ini menjadi pengingat bagi masyarakat Tulungagung bahwa setiap pribadi memiliki kesempatan untuk bangkit dari keterpurukan dan kesalahan masa lalu.

"Mumpung masih di dunia, hiduplah berdamai dengan sesama dan saling mengampuni. Itulah wujud nyata dari merayakan kebangkitan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Romo. (bac/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#kebangkitan yesus kristus #katolik #paskah #gereja santa maria