RADAR TULUNGAGUNG – Akses jalan menuju kawasan Candi Penampihan sempat lumpuh total akibat tanah longsor, kini dilakukan pembukaan jalan dan pembersihan lumpur, Sabtu (4/4/2026).
Material longsoran berupa tanah, batu, dan lumpur sempat menutup badan jalan sejak siang hingga malam hari.
Kalaksa BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan sebelumnya longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Tulungagung sekitar pukul 14.00.
Salah satu titik terdampak berada di Dusun Ngrejeng, Desa Geger, Kecamatan Sendang, Tulungagung.
Baca Juga: Tebing Longsor, Akses Jalan Menuju Candi Penampihan Tulungagung Terputus
“Material longsor menimbun total akses jalan menuju Dusun Turi dan jalur ke Candi Penampihan. Sempat tertutup semalaman,” ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Area longsor diketahui berada di belakang permukiman warga sehingga tidak mengenai rumah penduduk.
Menurut Sudarmaji, kondisi tanah di lokasi sebelumnya sudah mengalami retakan.
Intensitas hujan yang tinggi membuat struktur tanah melemah hingga akhirnya ambrol.
“Tanahnya sebelumnya sudah ada patahan. Saat diguyur hujan deras, tidak kuat menahan beban dan akhirnya longsor,” jelasnya.
Upaya penanganan langsung dilakukan sejak Jumat malam. Alat berat sebenarnya sudah didatangkan ke lokasi, namun proses pembersihan baru bisa dimaksimalkan pada Sabtu pagi hingga sore hari (4/4/2026).
Sejak pagi, petugas gabungan mulai membuka akses jalan dengan mengerahkan alat berat. Material longsoran disingkirkan agar jalur bisa kembali dilalui.
“Pagi ini (kemarin) sudah dilakukan pembukaan jalan. Material lumpur, batu, dan tanah dibersihkan supaya akses kembali normal,” terangnya ketika dikonfirmasi pada Sabtu (4/4).
Proses evakuasi dan pembersihan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Forkopimcam Sendang, hingga warga sekitar.
Selain itu, BPBD juga terus melakukan pemantauan wilayah rawan bencana melalui berbagai saluran komunikasi.
Hingga laporan terakhir, proses pembersihan masih berlangsung.
Petugas juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan longsor saat cuaca ekstrem. (sri/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri