Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Meski Tertunda, Tradisi Lebaran Ketupat di Plosokandang Tulungagung Tetap Meriah, Warga Sajikan 50 Porsi dan Buka untuk Umum

Rahiiq Al Bachri • Senin, 6 April 2026 | 11:23 WIB
Antusiasme warga saat acara Kupatan di Dusun Manggisan, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.
Antusiasme warga saat acara Kupatan di Dusun Manggisan, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

RADAR TULUNGAGUNG – Tradisi Lebaran Ketupat atau Kupatan umumnya digelar sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Namun, suasana sedikit berbeda terlihat di Dusun Manggisan, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Meski pelaksanaannya sempat tertunda, warga tetap antusias menggelar tradisi tahunan tersebut dengan nuansa kekeluargaan yang hangat.

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan RT setempat itu berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Baca Juga: Tradisi Kupatan di Tulungagung Meriah, Warga Boyolangu Buka Pintu Rumah dan Sajikan Ketupat Opor sebagai Simbol Kebersamaan

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, sambutan tokoh masyarakat, hingga doa bersama.

Suasana semakin semarak saat kembang api menghiasi langit malam, menjadi penanda dimulainya ramah tamah warga yang diiringi hiburan musik.

Ketua panitia, Dimas Nisfu, mengungkapkan bahwa sekitar 50 porsi hidangan khas Kupatan disiapkan secara swadaya oleh warga.

Menariknya, acara ini juga terbuka untuk umum sehingga siapa pun bisa ikut merasakan kebersamaan tersebut.

Baca Juga: 22 Balon Udara Liar Diamankan saat Kupatan, Polisi Tegaskan Risiko Gangguan Listrik hingga Kebakaran

“Kegiatan ini baru bisa terlaksana sekarang karena kami harus menyesuaikan jadwal warga yang baru pulang mudik serta kesibukan lainnya,” ujarnya.

Pemuda 23 tahun itu menambahkan, meski tidak digelar serentak seperti daerah lain, antusiasme warga tetap tinggi.

Justru, momen ini dimanfaatkan sebagai ajang berkumpul setelah aktivitas Lebaran yang cukup padat.

Kehangatan acara juga dirasakan para pengunjung. Salah satunya, Dhuroh, yang mengaku terkesan dengan suasana akrab yang tercipta di tengah masyarakat.

“Antusiames warga luar biasa. Suasananya sangat terbuka dan terasa kekeluargaannya. Siapa saja yang datang disambut dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga: Jelang Kupatan, Pedagang Janur di Tulungagung Berburu Rezeki meski Harga Bahan Naik

Bagi warga Manggisan, Kupatan bukan sekadar tradisi makan ketupat bersama.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menjaga kekompakan lingkungan.

Melalui momentum sederhana tersebut, warga berharap kebersamaan yang telah terjalin bisa terus terjaga.

Semangat gotong royong dan saling peduli pun diharapkan tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, warga semakin rukun, kompak, dan selalu saling membantu tanpa ada konflik antartetangga,” pungkas Dimas. (bac/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#kedungwaru #lebaran ketupat #kupatan #tradisi #plosokandang