RADAR TULUNGAGUNG – Rencana kebijakan work from home (WFH) yang digulirkan pemerintah pusat mulai diantisipasi daerah.
Di Tulungagung, Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mulai menyiapkan kemungkinan penerapan pembelajaran daring di sekolah.
Skema ini pernah diterapkan tatkala pandemi Covid-19 terjadi beberapa tahun yang lalu.
Sekadar diketahui, pemerintah pusat telah menetapkan work from home (WFH) untuk ASN setiap hari Jumat.
Hal tersebut sebagai salah satu langkah penghematan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya tekanan global akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada pasokan dan harga energi dunia.
Namun, hingga kini kebijakan tersebut belum bisa langsung diterapkan.
Plt Kepala Disdik Tulungagung, Deni Susanti, menegaskan pihaknya masih menunggu keputusan resmi sekaligus melakukan pembahasan bersama Pemkab Tulungagung.
“Untuk WFH atau pembelajaran daring di sekolah-sekolah Tulungagung masih akan didiskusikan lebih lanjut dengan pemkab,” ujarnya.
Menurut dia, skema WFH di sektor pendidikan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan ASN di instansi lain.
Karena itu, penerapannya tidak bisa disamakan begitu saja dan membutuhkan kajian lebih mendalam.
Meski belum ada kepastian, Disdik mulai melakukan langkah antisipatif. Salah satunya dengan mempersiapkan kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh berbasis daring.
"Pemanfaatan teknologi pun akan dimaksimalkan agar proses belajar mengajar tetap berjalan efektif," tambahnya.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk satuan pendidikan, guna memastikan kesiapan jika kebijakan tersebut benar-benar diberlakukan.
Di sisi lain, Pemkab Tulungagung disebut akan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
Hal ini untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.
“Masih menunggu informasi resmi dari pusat. Nanti akan dikaji oleh pemda, kemudian kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Jika keputusan sudah ditetapkan, Disdik memastikan akan segera melakukan sosialisasi ke seluruh sekolah di Tulungagung.
Tujuannya agar kebijakan tersebut dapat dipahami dan dijalankan secara optimal oleh semua pihak.
“Kalau sudah ada keputusan, pasti akan kami sosialisasikan ke seluruh sekolah,” tandasnya. (sri/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri