RADAR TULUNGAGUNG – Suasana pagi yang semula tenang di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Tulungagung, mendadak berubah mencekam.
Sebuah balon udara raksasa yang dipasangi petasan jatuh tepat di atas rumah warga, Jumat (3/4), sekitar pukul 06.30 WIB.
Tiga kali ledakan mercon yang menyusul kemudian menghancurkan genting dan merusak talang air rumah.
Insiden itu menimpa rumah milik Sopingi. Saat kejadian, korban tengah berada di dalam rumah sebelum dikejutkan suara benturan keras dari atap.
“Awalnya saya dengar suara seperti benda jatuh keras. Pas saya keluar, ternyata ada plastik besar menutup genting. Waktu saya coba tarik, tiba-tiba meledak tiga kali,” ungkap Sopingi.
Ledakan tersebut sontak membuat korban dan warga sekitar panik. Sejumlah genting rumah pecah berhamburan, sementara talang air mengalami kerusakan cukup parah.
Beruntung tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Saksi mata, Jasnianto, yang saat itu berada di area persawahan, melihat balon melayang dari arah utara ke selatan.
Namun, karena terpaan angin kencang dari selatan, balon justru berbalik arah hingga akhirnya jatuh di permukiman warga.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan balon udara berbahan plastik warna putih dengan ukuran sekitar 10 meter dan diameter 3 meter.
Selain itu, diamankan pula serpihan genting serta sisa kertas petasan.
Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdiyanto membenarkan kejadian tersebut.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penerbangan balon udara liar tersebut.
“Barang bukti sudah kami amankan. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya.
Polres Tulungagung kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara liar, terlebih yang disertai bahan peledak.
Selain melanggar hukum, aktivitas tersebut dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.
“Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 500 ribu,” tuturnya. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri