RADAR TULUNGAGUNG - Kepastian jadwal pemberangkatan jemaah haji Kabupaten Tulungagung tahun 2026 mulai menemui titik terang.
Berbeda dengan wilayah lain yang berangkat lebih awal, jemaah asal Tulungagung dipastikan masuk dalam pemberangkatan gelombang dua atau kloter akhir melalui Embarkasi Surabaya (SUB).
Kepala Kantor Kemenhaj Tulungagung, Suryani mengungkapkan, meski berada di gelombang akhir, persiapan logistik justru mulai dikebut sejak dini.
Fokus utama saat ini adalah pendataan strategis untuk distribusi koper bagi 1.156 jemaah.
"Tulungagung masuk gelombang dua di akhir. Meskipun begitu, hari ini (kemarin, Red) kami sudah menyiapkan data strategis koper. Kami tidak ingin jemaah menunggu terlalu lama saat koper tiba dari Surabaya nanti," jelas Suryani.
Belajar dari pengalaman tahun lalu, Kemenhaj Tulungagung melakukan perubahan skema distribusi.
Jika sebelumnya koper dicek terlebih dahulu di kantor, tahun ini koper yang tiba dari Surabaya akan langsung diserahkan kepada jemaah.
Langkah ini diambil agar jemaah memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan pengecekan mandiri terhadap kondisi fisik koper.
"Kalau ada kekurangan atau kerusakan pada koper, jemaah bisa langsung lapor untuk segera ditukar ke Surabaya. Ini bagian dari percepatan layanan untuk gelombang akhir,"tandasnya.
Suryani menekankan, masuknya Tulungagung di gelombang dua memberikan keuntungan berupa waktu persiapan manasik yang lebih panjang.
Rencananya, manasik tingkat kabupaten digelar pada 25 Maret 2026 atau setelah Hari Raya Idul Fitri sebagai pemantapan akhir.
"Harapan kami, dengan persiapan yang matang di gelombang akhir ini, jemaah Tulungagung bisa benar-benar menjadi haji yang mandiri secara ibadah maupun mental saat berada di Tanah Suci nanti," pungkasnya. (mg3/c1/din)
Editor : Vidya Sajar Fitri