RADAR TULUNGAGUNG – Kabar soal potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah gejolak global ditepis Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
Dia memastikan, hingga akhir tahun 2026, harga BBM subsidi tetap aman dan tidak mengalami kenaikan.
Pernyataan itu disampaikan menyusul kekhawatiran masyarakat atas dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dunia, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Saluran Bantuan Pangan Dua Bulan Digelontor, 149 Ribu KPM di Tulungagung Terima Beras dan Minyak
“Sudah kami sampaikan, baik dari provinsi maupun perwakilan pemerintah pusat, bahwa sampai akhir tahun tidak ada kenaikan BBM subsidi. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Bupati Gatut Sunu.
Dia menjelaskan, kepastian tersebut diperoleh setelah koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam sejumlah forum resmi.
Dalam pertemuan itu, turut disampaikan bahwa stabilitas pasokan dan harga BBM subsidi masih terkendali meskipun situasi global tengah bergejolak.
Baca Juga: WFH ASN di Tulungagung Tak Bisa Sembarangan, Dilarang Keluar Kota dan Harus Tetap Produktif
Menurutnya, isu kenaikan harga kerap memicu kepanikan di masyarakat.
Salah satu dampaknya adalah aksi pembelian berlebih (panic buying) yang justru dapat mengganggu distribusi di lapangan.
“Jangan sampai karena isu-isu yang belum tentu benar, masyarakat kemudian membeli BBM subsidi secara berlebihan. Insya Allah tidak ada kenaikan, jadi tetap tenang,” tegasnya.
Bupati Gatut Sunu juga menyinggung bahwa konflik di Timur Tengah memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika harga minyak dunia.
Namun, pemerintah pusat telah mengantisipasi berbagai skenario agar dampaknya tidak langsung dirasakan masyarakat, khususnya di sektor energi subsidi.
Dia berharap kepastian ini dapat menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di daerah.
Baca Juga: Kabar Terbaru Haji 2026, Jemaah Tulungagung Masuk Gelombang Dua, Skema Koper Kini Lebih Cepat
Dengan kondisi yang kondusif, masyarakat diharapkan tetap bisa beraktivitas dan mendukung pembangunan daerah tanpa dihantui kekhawatiran lonjakan harga energi.
“Kalau situasi global bisa tetap terkendali, stabilitas dalam negeri juga terjaga. Kita ingin masyarakat bisa hidup tenang, nyaman, dan pembangunan berjalan sesuai harapan,” pungkasnya. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri