RADAR TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung tak mau gegabah asal memindahkan pedagang Pasar Pojok, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, tanpa solusi.
Mengingat, ada sekitar 41 orang pedagang yang harus pindah tempat jualan lantaran ada rencana pembangunan Mapolsek Ngantru, Tulungagung.
Karena itu, pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) harus segera dilakukan.
Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, Mohammad Khabib menjelaskan, pembangunan mapolsek hanya memanfaatkan sebagian lahan pasar.
“Lahan yang digunakan untuk pembangunan hanya di sisi utara, sedangkan sisi selatan tetap digunakan pedagang untuk berjualan,” ujarnya, Rabu (8/4).
Dia merinci, area terdampak mencakup 11 kios dan dua los dengan total 41 pedagang.
Baca Juga: Saluran Bantuan Pangan Dua Bulan Digelontor, 149 Ribu KPM di Tulungagung Terima Beras dan Minyak
Mereka akan dipindahkan sementara selama proses pembangunan berlangsung.
Relokasi tersebut, menurutnya, menjadi langkah yang tak terhindarkan karena lokasi proyek berada tepat di area aktivitas pedagang.
Meski begitu, pemkab memastikan para pedagang tetap memiliki ruang usaha.
Sebagai solusi, pemerintah menyiapkan tempat penampungan sementara (TPS) di sekitar lokasi pasar.
Baca Juga: WFH ASN di Tulungagung Tak Bisa Sembarangan, Dilarang Keluar Kota dan Harus Tetap Produktif
“Kami sudah siapkan TPS karena pedagang keberatan jika dipindah ke Pasar Ngantru,” jelasnya.
Pembangunan TPS akan tetap mengambil lokasi di area Pasar Pojok, khususnya di sisi belakang.
Langkah ini dinilai krusial. Sebab, bagi pedagang pasar tradisional, lokasi sangat menentukan kelangsungan usaha.
Perpindahan yang terlalu jauh berisiko memutus pelanggan tetap dan menurunkan omzet harian.
“Yang bakal menempati adalah pedagang yang selama ini menempati los,” imbuhnya.
Pria ramah ini mengaku, pembangunan TPS sekitar Mei mendatang.
Hal tersebut diharapkan bisa memberi kepastian bagi pedagang untuk tetap bisa berjualan sebagaimana mestinya. Apalagi, ini juga sebagai bagian upaya revitalisasi.
”Saat ini kami masih menunggu DED jadi, karena baru teranggarkan tahun ini. Sehingga tidak mungkin langsung membangun,” tandasnya.(*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri