RADAR TULUNGAGUNG – Pemerintah Kecamatan Pakel, Tulungagung, aktif dalam mendukung program strategis nasional (PSN).
Salah satunya melalui percepatan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Camat Pakel, Endik Eko Wahyudi, menegaskan bahwa keberadaan koperasi tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa.
Menurutnya, pemerintah kecamatan bakal mengawal berbagai program strategis nasional yang kini mulai berjalan di wilayah Pakel.
Selain program GMPG (MBG) dan SPPG yang telah hadir di desa, penguatan ekonomi melalui KDMP menjadi salah satu prioritas percepatan pembangunan di tingkat desa.
“KDMP ini merupakan bagian dari program strategis nasional. Pemerintah kecamatan memberikan dukungan penuh melalui pengawasan, koordinasi, serta percepatan pelaksanaan di lapangan,” ujar Endik.
Dia menjelaskan, progres pembangunan KDMP di wilayah Kecamatan Pakel, Tulungagung, menunjukkan perkembangan signifikan.
Dari total 19 desa, sebanyak 18 desa telah memasuki tahap pembangunan gerai maupun gudang koperasi.
Desa Ngrance bahkan termasuk dalam desa dengan progres tercepat di Tulungagung dalam pembangunan fasilitas KDMP.
“Untuk pembangunan gerai dan gudang koperasi, Desa Ngrance masuk sekitar lima atau enam besar tercepat di Tulungagung,” jelasnya.
Sebagai langkah awal operasional, KDMP Desa Ngrance telah menjalankan inovasi dengan membuka gerai pertanian yang menyediakan pupuk dan obat-obatan pertanian bagi petani.
Selain itu, koperasi juga mulai mengelola distribusi pupuk bersubsidi pemerintah yang sebelumnya dikelola pihak lain.
Endik menilai inovasi tersebut penting agar koperasi tidak mengalami stagnasi setelah terbentuk.
Saat ini jumlah anggota KDMP Desa Ngrance juga terus bertambah.
Baca Juga: Sebanyak 117 Gerai KDMP di Tulungagung Dibangun, Ketersediaan Lahan Jadi Kendala Utama
“Awalnya sekitar 300 anggota saat RAT awal tahun, sekarang sudah mencapai sekitar 360 anggota. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi semakin meningkat,” ungkapnya.
Pemerintah kecamatan juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk unsur TNI, dinas koperasi, serta lembaga pendamping di lapangan untuk memastikan program berjalan sesuai target.
Selain itu, pemerintah kecamatan juga mendorong penguatan kapasitas pengelolaan koperasi melalui pelatihan manajemen bagi pengurus dan anggota, bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk dukungan dari anggota DPRD.
Endik berharap keberadaan KDMP tidak hanya menjadi simbol program pemerintah, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Koperasi pada dasarnya dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Jika dikelola dengan baik, maka ekonomi desa akan semakin kuat dan masyarakat bisa merasakan manfaat langsung,” tegasnya. (rin/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri