TULUNGAGUNG - Sosok Gatut Sunuwibowo tengah menjadi sorotan publik setelah namanya mencuat dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Profil Gatut Sunuwibowo kini banyak dicari, mulai dari latar belakang, perjalanan karier, hingga kiprahnya di dunia politik sebelum menjabat sebagai Bupati Tulungagung.
Profil Gatut Sunuwibowo menjadi perhatian karena ia dikenal sebagai figur yang memiliki perjalanan karier cukup cepat. Dari seorang pengusaha, ia mampu menembus dunia politik dan akhirnya memimpin daerah. Namun, perjalanan tersebut kini dihadapkan pada persoalan hukum yang tengah ditangani KPK.
Nama Gatut Sunuwibowo sendiri mulai ramai diperbincangkan sejak OTT KPK pada Jumat, 10 April 2026. Dalam operasi tersebut, ia termasuk salah satu dari 16 orang yang diamankan. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tersebut.
Perjalanan Karier Gatut Sunuwibowo
Gatut Sunuwibowo lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada 17 Desember 1967. Ia memulai karier profesionalnya bukan dari dunia politik, melainkan sebagai pengusaha di bidang material bangunan. Usahanya berkembang pesat dengan jaringan yang tersebar di wilayah Tulungagung dan Trenggalek.
Kesuksesannya di dunia usaha menjadi modal awal untuk terjun ke dunia politik. Ia mulai aktif secara politik setelah bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada 2 November 2021. Tak butuh waktu lama, ia dipercaya menjadi Wakil Bupati Tulungagung periode 2021–2023 mendampingi Maryoto Birowo.
Langkah politiknya terus melesat. Pada Pilkada 2024, ia maju sebagai calon bupati bersama Ahmad Baharudin. Pasangan ini berhasil meraih kemenangan dengan dukungan suara mayoritas, mengantarkan Gatut menjadi Bupati Tulungagung periode 2025–2030.
Latar Belakang Pendidikan dan Organisasi
Dari sisi pendidikan, Gatut menempuh pendidikan dasar di SDN Gandong 1, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Bandung, Tulungagung, dan SMA Katolik Santo Thomas Aquino Kedungwaru. Ia kemudian meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Merdeka Malang pada 1992.
Tak berhenti di situ, ia juga melanjutkan pendidikan magister di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan lulus pada 2023. Selain aktif di dunia politik, ia juga terlibat dalam organisasi kemasyarakatan seperti GP Ansor Tulungagung sejak 2004.
Harta Kekayaan dan Aset
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Gatut Sunuwibowo tercatat mencapai sekitar Rp20 miliar. Mayoritas asetnya berupa tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai daerah seperti Tulungagung, Surabaya, dan Trenggalek.
Selain itu, ia juga memiliki kendaraan serta aset bergerak lainnya dengan nilai miliaran rupiah. Kekayaan tersebut mencerminkan latar belakangnya sebagai pengusaha sebelum masuk ke dunia pemerintahan.
OTT KPK dan Sorotan Publik
Nama Gatut Sunuwibowo semakin menjadi perhatian setelah OTT yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Operasi tersebut dilakukan di wilayah Tulungagung dan melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah daerah.
Sejumlah pejabat diketahui sempat diperiksa di Polres Tulungagung sebelum sebagian di antaranya dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, KPK masih mendalami konstruksi perkara serta peran masing-masing pihak yang terlibat.
Kehadiran Gatut di Gedung Merah Putih KPK menjadi sorotan, terlebih ia langsung menjalani pemeriksaan intensif tanpa memberikan pernyataan kepada media. Proses hukum pun masih berjalan dan publik menantikan perkembangan selanjutnya dari kasus ini.
Dari Karier Cemerlang ke Ujian Hukum
Perjalanan Gatut Sunuwibowo menunjukkan transformasi dari pengusaha menjadi kepala daerah dalam waktu relatif singkat. Namun, kasus OTT KPK menjadi ujian besar dalam karier politiknya.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa jabatan publik memiliki tanggung jawab besar dan selalu berada dalam pengawasan. Publik kini menunggu kejelasan proses hukum yang berjalan serta dampaknya terhadap pemerintahan di Tulungagung ke depan.
Editor : Davina Ar Raafika