Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perempuan Asal Desa Tapan Tulungagung Hilang Diduga Terseret Arus Sungai, Tim SAR Sisir hingga Jembatan Ngujang

Rahiiq Al Bachri • Senin, 13 April 2026 | 09:33 WIB
Proses pencarian PC, warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, yang diduga terseret arus sungai, Jumat (10/4/2026).(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Proses pencarian PC, warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, yang diduga terseret arus sungai, Jumat (10/4/2026).(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Peristiwa hilangnya seorang perempuan berinisial PC, warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, yang diduga terseret arus sungai di wilayah Tulungagung, menggegerkan warga sekitar.

Korban dilaporkan hilang sejak Kamis (9/4) dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang terus menyisir aliran sungai dari titik lokasi kejadian.

Memasuki hari pertama operasi resmi pada Jumat (10/4), upaya pencarian semakin diintensifkan.

Tim SAR gabungan mulai melakukan penyisiran secara terbuka dengan menjangkau area hingga radius 2 sampai 3 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP).

Baca Juga: Bocah Perempuan 8 Tahun Jatuh dan Terseret Arus Sungai Lodagung Tulungagung, Warga Bertindak Cepat

Fokus pencarian diarahkan ke wilayah hilir sungai yang dinilai memiliki potensi tinggi menjadi lokasi terbawanya korban oleh arus.

Komandan Tim Pos Basarnas Trenggalek, Mohamad Jazuli Prasetya, menjelaskan bahwa operasi hari ini difokuskan hingga kawasan Jembatan Ngujang.

Untuk mendukung pencarian, sebanyak tiga unit perahu karet dikerahkan. Masing-masing berasal dari Basarnas, BPBD Tulungagung, dan Damkar Tulungagung.

“Kami telah melakukan pencarian sejauh 2 hingga 3 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian hingga Jembatan Ngujang. Tiga perahu karet kami kerahkan untuk menyisir setiap sudut aliran sungai yang dicurigai,” jelas Jazuli saat dikonfirmasi di lokasi.

Baca Juga: Terseret Ombak di Pantai Sine Tulungagung, Wisatawan Asal Malang Ditemukan Tewas Setelah Pencarian Tiga Hari

Selain penyisiran menggunakan perahu, petugas juga melakukan pemantauan di sejumlah titik tepian sungai yang dinilai rawan menjadi tempat tersangkutnya korban.

Arus sungai yang cukup deras serta kondisi medan yang bervariasi menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Dalam operasi ini, tidak hanya basarnas yang terlibat. Unsur gabungan dari BPBD Tulungagung, damkar, relawan, serta warga sekitar turut membantu proses pencarian.

Sinergi antarinstansi ini diharapkan mampu mempercepat proses penemuan korban.

Lebih lanjut, Jazuli menyebutkan bahwa akan terus melakukan evaluasi harian terkait pelaksanaan operasi SAR.

Baca Juga: Hujan Lebat Sebabkan Banjir Ancar di Tulungagung, Tiga Desa Terdampak dan Debit Sungai Kalidawir Meningkat

Evaluasi tersebut mencakup kekuatan personel, kondisi peralatan, serta efektivitas metode pencarian yang digunakan.

“Untuk rencana besok (hari ini), pencarian akan tetap kami lanjutkan. Kami akan melakukan pengecekan ulang terhadap kesiapan perahu serta membagi area pencarian secara lebih rinci, mulai dari lokasi kejadian hingga ke bawah jembatan,” ujarnya.

Dia menambahkan, seluruh potensi SAR yang tersedia akan dimaksimalkan guna memperluas jangkauan pencarian.

Dengan strategi tersebut, diharapkan peluang menemukan korban dalam waktu dekat semakin besar. (bac/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#sungai brantas #jembatan ngujang #tulungagung #kedungwaru