Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pendapa Ditutup Usai Kasus Gatut Sunu Wibowo, Warga CFD Tulungagung Kecewa dan Ramai Perbincangan

Sandy Sri Yuwana • Senin, 13 April 2026 | 09:49 WIB
Pengunjung CFD melihat-lihat kondisi Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa dari luar gerbang, kemarin (12/4/2026).(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Pengunjung CFD melihat-lihat kondisi Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa dari luar gerbang, kemarin (12/4/2026).(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Dampak penetapan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, sebagai tersangka KPK mulai terasa di ruang publik.

Minggu (12/4/2026) pagi, suasana car free day (CFD) di kawasan 0 km Tulungagung dipenuhi perbincangan warga soal kasus tersebut.

Tak hanya itu, Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa yang biasanya terbuka untuk umum tampak tertutup rapat.

Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang datang untuk berlibur bersama keluarga di wilayah CFD hingga Alun-Alun Tulungagung.

Bagus Taufik, 28, warga Desa Pecuk, Kecamatan Pakel, Tulungagung, mengaku kecewa saat hendak mengajak keluarganya melihat-lihat area pendapa.

Baca Juga: Profil Gatut Sunuwibowo, Dari Pengusaha Sukses Jadi Bupati Tulungagung hingga Terjaring OTT KPK

“Biasanya kalau Minggu selalu buka, banyak warga yang datang. Tapi sekarang ditutup total,” ujarnya.

Meski demikian, dia berharap kasus yang menjerat orang nomor satu di Tulungagung itu bisa menjadi pelajaran bagi para pemimpin di Kabupaten Tulungagung.

“Semoga ini jadi evaluasi agar ke depan pemimpin lebih amanah,” imbuhnya.

Suasana CFD juga diwarnai obrolan warga yang saling bertukar pandangan.

Budi Sujarwo, 60, warga Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, mengaku tidak terlalu terkejut dengan kabar tersebut.

Saya sudah menduga ada yang tidak beres. Bupati Gatut Sunu Wibowo terlalu banyak janji. Sok baik, sok suci, sok hero. Di depan terlihat baik, tapi di internal sering ada gejolak,” ujarnya.

Baca Juga: OTT KPK Tulungagung: Bupati Gatut Sunu Wibowo Sempat Bersembunyi di Garasi Pendopo, Modus Setoran OPD Capai Rp5 Miliar

Sementara itu, Hasan Basri, 32, warga Desa Kalidawir, Tulungagung, menyebut kabar OTT tersebut cukup mengejutkan di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di Tulungagung. 

“Pastinya kaget dan kecewa. Harusnya pejabat sudah belajar dari kasus-kasus sebelumnya, termasuk bupati periode lalu,” katanya.

Meski demikian, dia mengapresiasi langkah cepat KPK dalam mengungkap kasus tersebut.

Hasan berharap penegakan hukum dilakukan tegas agar memberikan efek jera.

“Semoga dihukum seberat-beratnya supaya jadi peringatan bagi pejabat lain,” tegasnya.

Baca Juga: Adik Bupati Gatut Sunu Wibowo Ikut Diamankan KPK, DPC PDIP Tulungagung Tunggu Hasil Pemeriksan

Seperti diberitakan sebelumnya, Gatut Sunu Wibowo telah ditetapkan sebagai tersangka bersama ajudannya dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemkab Tulungagung.

Keduanya kini menjalani penahanan di Rumah Tahanan Negara KPK.

Kasus ini tak hanya mengguncang internal pemerintahan, tetapi juga menyita perhatian publik.

Obrolan warga di ruang-ruang terbuka seperti CFD menjadi gambaran nyata bagaimana kepercayaan masyarakat kembali diuji oleh praktik korupsi di daerah. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#cfd #Gatut Sunu #pendapa kongas arum kusumaning bangsa #ott kpk #bupati tulungagung