RADAR TULUNGAGUNG - Ancaman fenomena El Nino mulai diantisipasi serius Perum Bulog Cabang Tulungagung.
Langkah penguatan stok dilakukan sejak awal tahun dengan memaksimalkan serapan gabah petani saat panen raya.
Sekadar diketahui, menurut keterangan dari BMKG, El Nino adalah fenomena alam berupa pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur di atas rata-rata normal.
Fenomena ini melemahkan angin pasat timuran, menyebabkan pergeseran awan hujan ke timur (Pasifik), sehingga memicu musim kemarau panjang, suhu panas, dan kekeringan ekstrem di wilayah Indonesia.
Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengungkapkan hingga awal tahun ini pihaknya telah menyerap sekitar 41 ribu ton gabah kering panen di wilayah kerja cabang.
Baca Juga: Stok Beras Bulog Tulungagung 35 Ton, Dipastikan Aman Jelang Lebaran
Khusus Kabupaten Tulungagung, serapan mencapai 20 ribu ton gabah atau setara sekitar 10 ribu ton beras.
“Kalau dipersentasekan, itu sudah lebih dari 30 persen dari target tahunan,” ujarnya.
Momentum panen raya April–Mei dimanfaatkan untuk memperkuat cadangan menghadapi cuaca ekstrem.
Yonas optimistis serapan bisa melonjak hingga 70–80 persen dalam periode tersebut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan melampaui target jika kondisi panen tetap baik.
Untuk mengantisipasi lonjakan hasil panen sekaligus menjaga kualitas stok, Bulog juga menggandeng gudang swasta. Saat ini, terdapat enam gudang sewaan di luar gudang induk dengan kapasitas bervariasi, mulai 800 ton hingga 4.000 ton.
Baca Juga: Saluran Bantuan Pangan Dua Bulan Digelontor, 149 Ribu KPM di Tulungagung Terima Beras dan Minyak
“Kalau masih kurang, kami sudah siapkan opsi tambahan gudang. Beberapa sudah kami survei,” tambahnya.
Selain kuantitas, kualitas gabah juga mengalami peningkatan. Rendemen atau tingkat hasil beras dari gabah tahun ini mencapai sekitar 53 persen, naik dibanding tahun lalu yang berada di kisaran 51,9–52 persen.
Menurut Yonas, kondisi tersebut menjadi modal penting menghadapi potensi dampak El Nino yang berisiko menekan produksi pangan. Dengan stok yang kuat, Bulog memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.
“Insya Allah ketahanan stok kita hampir dua tahun. Jadi masyarakat Tulungagung tidak perlu khawatir. Bahkan kita siap membantu pemerataan stok ke daerah lain,” tegasnya.
Saat ini, total stok beras yang dikuasai mencapai sekitar 45 ribu ton setara beras. Selain itu, stok jagung juga tersedia hampir 9 ribu ton.
Tak hanya beras, Bulog juga memastikan stabilitas komoditas lain seperti minyak goreng. Stok terus diperbarui setiap bulan dari produsen, termasuk pasokan terbaru sekitar empat kontainer untuk wilayah kerja.“Harga relatif stabil. Jawa Timur masih kategori hijau untuk sembako,” pungkasnya.
Dengan langkah antisipatif tersebut, Bulog Tulungagung optimistis mampu meredam dampak El Nino sekaligus menjaga stabilitas pangan di daerah. (sri/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri