RADAR TULUNGAGUNG - Perum Bulog Cabang Tulungagung mulai mengamankan stok beras sejak awal tahun. Hingga kini, serapan gabah kering panen (GKP) petani sudah melampaui 30 persen dari target tahunan.
Momentum panen raya April-Mei diproyeksikan akan mendongkrak capaian tersebut secara signifikan.
Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan mengungkapkan, secara keseluruhan pihaknya telah menyerap sekitar 41 ribu ton gabah di wilayah kerja cabang, setara dengan sekitar 20 ribu ton beras.
Khusus Kabupaten Tulungagung, serapan mencapai 20 ribu ton gabah atau setara sekitar 10 ribu ton beras.
“Kalau secara persentase, ini sudah lebih dari 30 persen dari target tahunan. Dan ini masih akan terus bertambah karena kita masuk masa panen raya,” ujarnya.
Dia optimistis, selama puncak panen pada April hingga Mei, realisasi serapan bisa mencapai 70 hingga 80 persen.
Bahkan tidak menutup kemungkinan melampaui target jika kondisi panen tetap baik.
Untuk mengantisipasi lonjakan hasil panen petani, Bulog tidak hanya mengandalkan gudang induk.
Enam gudang swasta telah disewa dengan kapasitas bervariasi, mulai dari 800 ton hingga 4.000 ton.
Selain itu, Bulog juga menyiapkan opsi penambahan gudang jika kapasitas yang ada tidak mencukupi.
“Kalau memang nanti kurang, kita sudah survei beberapa gudang tambahan untuk disewa,” jelasnya.
Dari sisi kualitas, tahun ini juga menunjukkan tren positif. Rendemen atau tingkat hasil beras dari gabah mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.
Jika tahun lalu rata-rata di kisaran 51,9 persen, tahun ini naik menjadi sekitar 53 persen.
“Artinya kualitas panen lebih bagus. Ini sangat mendukung peningkatan stok beras,” tambahnya.
Dengan capaian tersebut, Bulog memastikan ketahanan stok beras di wilayah Tulungagung dalam kondisi aman, bahkan diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga hampir dua tahun ke depan.
Tidak hanya itu, Tulungagung juga berpotensi menyuplai daerah lain sebagai bagian dari pemerataan stok nasional.
Di sisi kebutuhan, konsumsi beras masyarakat Tulungagung diperkirakan sekitar 1.400 ton per bulan. Sementara penyaluran bantuan pangan untuk periode Februari–Maret telah mencapai hampir 3 ribu ton khusus di Tulungagung.
“Prinsipnya, kita akan terus serap gabah petani dan menjaga ketahanan stok. Ini bagian dari program pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri