Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mayat Perempuan 63 Tahun Ditemukan Tersangkut di Sungai Kaliboto Tulungagung, Diduga Hanyut 3 Hari dan Tanpa Tanda Kekerasan

Rahiiq Al Bachri • Selasa, 14 April 2026 | 11:06 WIB
Tim medis mengevakuasi jasad S di Sungai Kaliboto, Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, pada Senin (13/4/2026) dini hari.
Tim medis mengevakuasi jasad S di Sungai Kaliboto, Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, pada Senin (13/4/2026) dini hari.

RADAR TULUNGAGUNG – Warga Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di aliran Sungai Kaliboto, Senin (13/4) dini hari.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tersangkut di bawah jembatan masuk desa setempat.

Informasi yang dihimpun, penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan kepada petugas jaga Polsek Ngantru sekitar pukul 00.30 WIB.

Petugas yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Baca Juga: Korban Hanyut di Tulungagung Akhirnya Ditemukan di Kediri, Ciri Pakaian Jadi Kunci Identifikasi

Kapolsek Ngantru AKP Edy Santoso mengatakan bahwa bersama Tim Inafis Polres Tulungagung, personel Pamapta, piket fungsi, serta tenaga medis dari RSUD dr Iskak Tulungagung segera melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam posisi tengkurap. Tersangkut batang pisang di bawah jembatan Sungai Kaliboto,” jelasnya.

Korban kemudian diketahui berinisial S, 63, warga Desa Kaliboto, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kondisi tubuh korban sudah sulit dikenali dan diduga telah hanyut selama kurang lebih tiga hari sebelum akhirnya ditemukan.

Baca Juga: Perempuan Asal Desa Tapan Tulungagung Hilang Diduga Terseret Arus Sungai, Tim SAR Sisir hingga Jembatan Ngujang

Dari hasil pemeriksaan sementara oleh Tim Inafis di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.

Petugas selanjutnya mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD dr Iskak Tulungagung menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.

Sekitar pukul 05.00 WIB, pihak keluarga korban yang telah mengetahui kejadian tersebut menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah. Keluarga juga menolak dilakukan visum maupun otopsi.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum atau otopsi, serta bersedia membuat surat pernyataan penolakan,” pungkas AKP Edy Santoso. (bac/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#sungai kaliboto #ngantru #mayat perempuan #tkp