RADAR TULUNGAGUNG – Warga Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di aliran Sungai Kaliboto, Senin (13/4) dini hari.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tersangkut di bawah jembatan masuk desa setempat.
Informasi yang dihimpun, penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan kepada petugas jaga Polsek Ngantru sekitar pukul 00.30 WIB.
Petugas yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Baca Juga: Korban Hanyut di Tulungagung Akhirnya Ditemukan di Kediri, Ciri Pakaian Jadi Kunci Identifikasi
Kapolsek Ngantru AKP Edy Santoso mengatakan bahwa bersama Tim Inafis Polres Tulungagung, personel Pamapta, piket fungsi, serta tenaga medis dari RSUD dr Iskak Tulungagung segera melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).
“Setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam posisi tengkurap. Tersangkut batang pisang di bawah jembatan Sungai Kaliboto,” jelasnya.
Korban kemudian diketahui berinisial S, 63, warga Desa Kaliboto, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kondisi tubuh korban sudah sulit dikenali dan diduga telah hanyut selama kurang lebih tiga hari sebelum akhirnya ditemukan.
Dari hasil pemeriksaan sementara oleh Tim Inafis di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
Petugas selanjutnya mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD dr Iskak Tulungagung menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut.
Sekitar pukul 05.00 WIB, pihak keluarga korban yang telah mengetahui kejadian tersebut menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah. Keluarga juga menolak dilakukan visum maupun otopsi.
“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum atau otopsi, serta bersedia membuat surat pernyataan penolakan,” pungkas AKP Edy Santoso. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri