Tak Hanya Padamkan Api, Damkar Tulungagung Tangani 361 Sarang Tawon hingga Evakuasi Ular dan Cincin Warga, Ini Data Lengkapnya!

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Rabu, 15 April 2026 | 10:15 WIB
Armada pemadam kebakaran terparkir di markas DPKP Tulungagung. (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Armada pemadam kebakaran terparkir di markas DPKP Tulungagung. (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Peran Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertolongan (DPKP) Tulungagung kini kian meluas di tengah masyarakat.

Tak hanya bertarung dengan si jago merah, petugas damkar justru lebih banyak disibukkan dengan berbagai aksi penyelamatan (rescue) hewan liar hingga kendala teknis warga sejak awal Januari hingga April 2026.

Kasi Operasi dan Pemadaman Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso, mengungkapkan bahwa berdasarkan data rekapitulasi penanganan, permintaan evakuasi nonkebakaran melonjak drastis.

Hingga pekan pertama April, tercatat ada 24 kejadian kebakaran yang berhasil ditangani. Namun, angka tersebut terpaut jauh dari angka penyelamatan hewan dan gangguan lingkungan lainnya.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Usaha Mebel Sendang Tulungagung, Api Lahap Kayu Jati dan Mesin, Kerugian Capai Rp 70 Juta

"Permintaan evakuasi sarang tawon menjadi yang paling mendominasi dengan 361 kasus. Selain itu, kami juga menangani evakuasi ular masuk permukiman sebanyak 58 kasus," jelasnya, saat dikonfirmasi Radar Tulungagung.

Tak hanya urusan hewan liar, tim damkar juga sering kali menjadi tumpuan warga untuk urusan medis ringan hingga kendala mekanis.

Bambang merinci telah menangani 17 kasus pelepasan cincin yang kekecilan di jari warga serta evakuasi 4 buah anting.

Bahkan, petugas sempat terjun menangani pintu harmonika warga yang macet total hingga membantu satu unit mobil mogok.

Baca Juga: 22 Balon Udara Liar Diamankan saat Kupatan, Polisi Tegaskan Risiko Gangguan Listrik hingga Kebakaran

Penanganan di ruang publik pun tak luput dari aksi petugas, seperti pembersihan jalan akibat fenomena ribuan kupu-kupu yang menutupi akses jembatan sebanyak 5 kali, evakuasi 23 pohon tumbang, dan 2 kasus biawak.

Meskipun tren kasus kebakaran secara keseluruhan mengalami penurunan dibanding periode tahun sebelumnya, Bambang tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah.

Sebab, 24 kasus kebakaran yang terjadi tahun ini mayoritas dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error). "Kami terus bersiaga 24 jam untuk segala bentuk kedaruratan,” tandasnya. (bac/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
dpkp tulungagung rescue kebakaran damkar