RADAR TULUNGAGUNG - Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa saat ini dalam kesunyian.
Hal ini tidak lepas dari status steril yang ditetapkan KPK pasca OTT Bupati Tulungagung. Berikut gambaran suasananya.
Lima hari atau sepasar pasca OTT KPK yang menjerat Bupati Tulungagung pada Jumat (10/4) lalu berimbas pada suasana Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa. Gerbang utama pusat pemerintahan Kota Marmer masih tertutup rapat.
Kompleks pendapa pun ditetapkan dalam status steril. Tidak ada lagi lalu-lalang warga yang sekadar melintas atau menikmati suasana sekitar alun-alun. Yang tersisa hanya penjagaan ketat dan suasana yang cenderung lengang.
Rizki, salah satu petugas satpol PP yang berjaga di lokasi, menjadi saksi bagaimana perubahan itu terjadi dalam hitungan jam.
Dia mengaku, penutupan akses dilakukan segera setelah OTT berlangsung. “Sejak kejadian pada Jumat magrib itu langsung ditutup.
Instruksinya memang kompleks ini harus steril,” ujarnya saat ditemui di depan gerbang, Selasa (14/4).
Instruksi tersebut, lanjutnya, datang sebagai bagian dari upaya mendukung proses penyidikan yang tengah dilakukan oleh tim KPK.
Hingga kini, masyarakat umum masih belum diperkenankan memasuki area pendapa.
“Untuk masyarakat umum belum boleh masuk karena masih ada penyidikan dari pihak KPK,” imbuhnya.
Meski roda pemerintahan secara administratif mulai kembali berjalan sejak awal pekan, denyut kehidupan di dalam kompleks pendapa belum sepenuhnya pulih.
Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) memang sudah kembali berkantor sejak Senin (13/4), tetapi aktivitas terlihat jauh dari kata normal.
Pantauan di lokasi menunjukkan hanya segelintir aktivitas yang berlangsung. Petugas kebersihan tampak sesekali hilir-mudik, sementara beberapa unit pelayanan publik tertentu tetap berjalan terbatas.
Namun di sudut lain, suasana justru terasa kosong.
Kantor-kantor organisasi seperti Tim Penggerak PKK yang biasanya aktif berkegiatan, kini terlihat tertutup rapat.
Tidak ada tanda-tanda aktivitas. Pintu-pintu ruangan terkunci dan area sekitarnya tampak sunyi.
Baca Juga: Gatut Sunu Wibowo Ditahan KPK, Wabup Ahmad Baharudin Ambil Alih Tugas Bupati Tulungagung
“Untuk yang di bagian PKK sama di bagian lainnya masih belum ada aktivitas. Ruangannya ditutup dan disterilkan. Dialihkan ke mana, saya juga kurang tahu,” kata Rizki.
Tak hanya masyarakat umum, petugas penjaga pun memiliki batasan yang ketat. Rizki mengaku bahwa dirinya dan rekan-rekan tidak berani masuk terlalu dalam ke area pendapa, terutama pada titik-titik yang diduga menjadi fokus penyidikan.
“Kami tidak berani masuk terlalu dalam,” ucapnya singkat.
Batas tersebut bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga integritas proses hukum, juga untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap barang bukti maupun lokasi yang tengah diperiksa.
Seluruh kegiatan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di pendapa pun terpaksa dialihkan. Agenda-agenda seremonial hingga kegiatan masyarakat kini mencari lokasi alternatif.
“Semua kegiatan yang sudah direncanakan di sini otomatis dialihkan,” tambahnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri