RADAR TULUNGAGUNG – Langkah KPK belum berhenti di operasi tangkap tangan.
Kamis (16/4), tim antirasuah kembali turun ke Tulungagung. Kali ini, giliran Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa yang digeledah.
Sejak pagi, suasana pendapa bak kuburan. Bahkan, gerbang masih tertutup rapat dengan penjagaan yang diperketat. Nyaris tak ada aktivitas keluar-masuk.
Di balik pagar, tiga mobil Toyota Innova Reborn berwarna gelap terparkir. Kendaraan itu menjadi penanda kehadiran tim penyidik KPK yang menjalankan penggeledahan lanjutan.
Baca Juga: Pasca OTT, KPK Dorong Pemkab Tulungagung Perbaiki Tata Kelola, Skor SPI 2025 Masih Rentan
Bagian dari pengembangan perkara yang menjerat bupati nonaktif Gatut Sunu Wibowo dan ajudannya, Dwi Yoga Ambal.
Penggeledahan berlangsung cukup lama. Dimulai sekitar pukul 09.00 hingga menjelang pukul 17.00, sejumlah ruangan di pendapa diperiksa satu per satu.
Aktivitas dilakukan tertutup sehingga minim informasi keluar.
Sejak pukul 09.00, tim KPK bahkan disebut telah memecah pergerakan. Selain menyisir rumah dinas bupati di kawasan pendapa, tim lain bergerak ke kantor pemkab dan kantor dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR).
Sekretaris dinas PUPR, Endra Wibawa, membenarkan kedatangan aparat penegak hukum.
Baca Juga: Gatut Sunu Tersangka KPK Usai OTT, Gerindra Tegaskan Bukan Kader Resmi dan Tak Beri Bantuan Hukum
Namun, dia irit bicara soal detail kegiatan tersebut.
“Iya, hari ini ada kegiatan APH melakukan monitoring di kantor PUPR. Tapi belum tahu apakah ada hubungannya dengan penggeledahan KPK,” ujarnya singkat.
Dia menambahkan, hingga menjelang siang, sejumlah ruangan yang sebelumnya sempat disegel, termasuk di Bagian Pengadaan dan Jasa (BPJ) Setda Tulungagung, dilaporkan masih belum dibuka.
Sementara itu, pada siang hari di Pendapa Tulungagung, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertolongan (DPKP) Tulungagung, Lugu Tri Handoko, tanpa sengaja masuk ke area yang sedang disterilkan penyidik.
Dia mengaku salah informasi. Mengaku dipanggil oleh Plt Bupati Ahmad Baharudin dan mengira bertempat di pendapa, dia justru berhadapan dengan tim KPK yang tengah memeriksa dokumen.
“Tadi saya kira Plt bupati ada di pendapa, ternyata di kantor pemkab. Di dalam malah ada KPK,” ujarnya kepada para wartawan.
Penggeledahan ini diduga kuat berkaitan dengan pengusutan praktik pemerasan yang sebelumnya diungkap KPK.
Uang miliaran rupiah disinyalir mengalir dari para kepala OPD sebagai imbalan mempertahankan jabatan atau kepentingan proyek.
Hingga sore pukul 17.00, proses penggeledahan yang berlangsung tertutup akhirnya selesai. Tiga mobil Innova yang dikawal mobil patroli dari Polres Tulungagung keluar dari pendapa tanpa sepatah kata.
Dari luar, ketika mobil-mobil KPK itu meninggalkan pendapa, tampak terlihat kabag umum Yulius Rahma Isworo masih berada di dalam pendapa dan enggan untuk memberi keterangan kepada wartawan.
KPK belum merinci hasil sementara dari penggeledahan tersebut. Namun, intensitas pemeriksaan mengisyaratkan perkara ini belum mendekati garis akhir. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri