Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kontroversi 118 SK Plt Kepala Sekolah di Tulungagung Dibagikan Usai OTT KPK, DPRD Panggil BKPSDM dan Soroti Peran Gatut Sunu Wibowo

Sandy Sri Yuwana • Senin, 20 April 2026 | 09:42 WIB
Ratusan surat keputusan (SK) pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah di Tulungagung mendadak terbit, Selasa (14/4/2026)
Ratusan surat keputusan (SK) pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah di Tulungagung mendadak terbit, Selasa (14/4/2026)

RADAR TULUNGAGUNG – Polemik terbitnya ratusan SK pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah di Tulungagung yang baru dibagikan pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK bikin kalangan dewan angkat bicara.

DPRD Tulungagung melalui Komisi A memastikan akan menindaklanjuti persoalan tersebut, termasuk memanggil Kepala BKPSDM Soeroto.

Anggota Komisi A DPRD Tulungagung Sukanto, mengaku belum mendapatkan penjelasan utuh terkait keterlambatan distribusi SK yang sejatinya telah ditandatangani sejak 27 Februari 2026 oleh bupati nonaktif Gatut Sunu Wibowo.

“Kami di Komisi A belum mendapat cerita lengkap. Tiba-tiba SK itu sudah dibagikan setelah OTT,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Jumat (17/4).

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Pending Distribusi Ratusan SK Plt Kepsek, Polemik SK Era Gatut Sunu Wibowo Kian Memanas Jelang Kelulusan

Anggota Fraksi Golkar ini menjelaskan, selama ini DPRD sebenarnya sudah mendorong pembenahan tata kelola pendidikan, termasuk soal kekosongan jabatan kepala sekolah yang diisi Plt.

Namun, dalam sejumlah forum hearing, pihak yang hadir kerap bukan pengambil kebijakan.

“Yang hadir sering bukan pemegang kebijakan. Jadi, pembahasan tidak tuntas,” ungkapnya.

Dia juga menyoroti banyaknya sekolah yang masih dipimpin Plt, yang berdampak pada tidak optimalnya pengambilan keputusan di tingkat sekolah.

Selain itu, persoalan kekurangan guru juga masih menjadi pekerjaan rumah besar di sektor pendidikan Tulungagung.

Baca Juga: KPK Geledah Pendapa Tulungagung Seharian: Pengembangan Kasus Bupati Nonaktif Gatut Sunu Wibowo, Dugaan Aliran Uang Miliaran Terungkap

Terkait munculnya SK yang baru dibagikan belakangan, Sukanto menyebut hal itu memunculkan spekulasi di publik. Salah satunya dugaan bahwa SK sempat tertahan sebelum akhirnya didistribusikan setelah OTT.

“Kalau melihat faktanya, bisa saja muncul asumsi seperti itu. Tapi ini yang perlu kita dalami,” tegasnya.

Karena itu, Komisi A berencana membawa persoalan ini dalam forum resmi dan berkoordinasi dengan pimpinan dewan. Pemanggilan pihak BKPSDM dinilai penting untuk mengurai proses administrasi penerbitan hingga distribusi SK tersebut.

Insya Allah akan kami bawa ke komisi. Nanti kami laporkan ke ketua untuk ditindaklanjuti, termasuk kemungkinan memanggil BKPSDM,” jelasnya.

Lebih jauh, DPRD juga mengkhawatirkan dampak lanjutan jika persoalan ini tidak segera dituntaskan. “Jangan sampai nanti muncul persoalan baru karena kepemimpinan di sekolah belum jelas,” pungkasnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Tekankan Layanan Humanis Saat Buka Pelatihan di RSUD dr. Iskak

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan SK Plt kepala sekolah di Tulungagung menjadi sorotan setelah mendadak dibagikan pada Selasa (14/4).

Padahal, dokumen tersebut tercantum telah ditandatangani sejak 27 Februari 2026 oleh bupati nonaktif Gatut Sunu Wibowo.

Total 118 SK untuk jenjang TK hingga SMP itu disebut baru didistribusikan sehingga memicu pertanyaan publik, karena keterlambatan tersebut sempat berdampak pada kendala administrasi di sejumlah sekolah.

Akibatnya, masyarakat mengaitkan dengan isu penahanan SK Plt tersebut oleh bupati nonaktif.(sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#sk kepsek #BKPSDM #golkar #dprd tulung agung