RADAR TULUNGAGUNG – Hari kerja di kompleks Pemkab Tulungagung, Jumat (17/4), berjalan di bawah bayang-bayang tekanan.
Bukan sekadar aktivitas rutin birokrasi, suasana pagi itu terasa kaku, sunyi, dan penuh kewaspadaan. Bahkan terkesan mencekam dibanding biasanya.
Sejak pukul 08.30, area kantor pemerintahan dijaga ketat. Personel satpol PP bersiaga di berbagai titik, sementara aparat kepolisian dengan senjata laras panjang berdiri di pintu-pintu akses utama. depan, samping, hingga belakang.
Pengamanan berlapis itu membuat wajah pemkab berubah menjadi area steril daripada pusat pelayanan publik.
Di dalam, aktivitas tetap berjalan. Para ASN keluar dan masuk seperti biasa. Namun, ritme langkah mereka terasa berbeda, lebih cepat, lebih minim percakapan.
Beberapa kepala OPD terlihat keluar-masuk ruangan, bergantian memenuhi panggilan pemeriksaan dari KPK.
Tak ada kerumunan. Tak ada obrolan panjang di selasar kantor. Yang terdengar hanya suara langkah dan sesekali pintu tertutup.
Situasi yang biasanya dinamis berubah menjadi serba tertahan.
Kabag Kesra Setda Tulungagung, Makrus Manan, ketika keluar dari pintu belakang Pemkab Tulungagung menjelaskan bahwa KPK hari ini sudah membuka ruangan bagian barang dan jasa yang sebelumnya sempat disegel.
Meski begitu, dia menyebut pelayanan masyarakat Tulungagung hari ini tetap berjalan seperti biasa.
"Semua ruangan bagian barang dan jasa sudah dibuka. Pelayanan tetap berjalan normal," tuturnya.
Pantauan Koran ini, pemeriksaan dilakukan tertutup di sejumlah ruangan. Para pejabat dipanggil bergantian, ada yang berdua, bertiga, bahkan sendiri.
Durasi pemeriksaan relatif singkat, namun intensitasnya tinggi karena hampir seluruh kepala OPD dimintai keterangan.
Semua kepala OPD dipanggil KPK. Ada yang diperiksa dua-dua, tiga-tiga, ada juga yang sendiri. Namun hingga siang, proses masih terus berjalan, menandakan penyidik masih menggali keterangan dari banyak pihak.
Di luar ruangan pemeriksaan, penjagaan tidak mengendur. Aparat terus memantau pergerakan, memastikan tidak ada aktivitas yang luput dari pengawasan.
Bahkan, akses keluar-masuk terkesan lebih selektif dibanding hari biasa.
Situasi mencekam ini tak lepas dari pengembangan kasus OTT yang menjerat bupati nonaktif Gatut Sunu Wibowo.
Sehari sebelumnya, tim KPK telah menggeledah pendapa kabupaten selama berjam-jam, membuka babak lanjutan penyidikan. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri