RADAR TULUNGAGUNG - Pegawai dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) sudah bisa leluasa beraktivitas.
Pasalnya, empat ruangan yang sebelumnya disegel KPK sudah dibuka sehingga bisa dimanfaatkan seperti sediakala.
Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, mengonfirmasi kehadiran tim penyidik tersebut.
Dia menyebut proses hukum di dalam kantor berlangsung sejak pagi hari.
“Penyidik mulai masuk sekitar pukul 08.45 WIB tadi. Kalau jumlahnya, kira-kira ada sekitar delapan orang penyidik yang datang ke kantor,” ungkap Sodik saat dikonfirmasi, usai rombongan KPK meninggalkan lokasi.
Menurut Sodik, kehadiran tim KPK kali ini tidak hanya untuk memeriksa dokumen, tetapi juga untuk mengembalikan akses ruangan yang sebelumnya dibatasi.
“Kedatangan tim hari ini agendanya adalah pembukaan segel pada ruangan yang kemarin ditutup, sekaligus juga dilakukan penggeledahan,” imbuhnya.
Empat ruangan yang sebelumnya diberi garis segel yakni ruang kepala dinas, ruang bina marga, ruang SDA, dan ruang administrasi, kini dipastikan telah terbuka seluruhnya.
Hal ini menjadi sinyal positif bagi normalisasi pelayanan administrasi di dinas tersebut.
Dengan dibukanya segel tersebut, para staf yang sebelumnya terpaksa bekerja di lantai bawah atau menumpang di ruangan lain, kini sudah bisa kembali ke meja kerja masing-masing, khusus bagian-bagian administratif.
“Setelah segel dibuka, ruangan-ruangan tersebut sudah langsung bisa digunakan atau difungsikan kembali sebagaimana mestinya oleh teman-teman,” pungkasnya secara tegas.
Meskipun segel telah dibuka, pihak dinas belum bisa merinci dokumen atau aset apa saja yang diamankan oleh penyidik KPK selama proses penggeledahan.
Namun, dibukanya akses ini memastikan bahwa kendala administratif proyek infrastruktur di Tulungagung dapat segera terurai. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri