Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jalur Ekstrem Lok Songo Tulungagung Minim Penerangan, Dishub Akui Butuh 30 PJU Demi Keselamatan Pengendara

Rahiiq Al Bachri • Senin, 20 April 2026 | 12:11 WIB
Salah satu PJU yang terpasang di pinggir jalan kabupaten di Tulungagung. Wilayah pinggiran masih membutuhkan tambahan.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Salah satu PJU yang terpasang di pinggir jalan kabupaten di Tulungagung. Wilayah pinggiran masih membutuhkan tambahan.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Minimnya penerangan di jalur ekstrem Lok Songo, penghubung Kecamatan Ngunut dan Pucanglaban, Tulungagung, akhirnya mendapat respons dari otoritas terkait.

Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung mengakui bahwa fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di kawasan hutan tersebut memang belum ideal.

Bahkan membutuhkan puluhan titik lampu tambahan guna menjamin keselamatan pengendara.

Kabid Lalu Lintas Dishub Tulungagung, Panji Putranto, menjelaskan bahwa pada akhir 2025 lalu baru mampu merealisasikan pemasangan 11 unit PJU di kawasan tersebut.

Baca Juga: Dishub Tulungagung Siapkan SPLU di Terminal Gayatri untuk Becak Listrik, PLN Mulai Bangun Fondasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

Pemasangan itu pun masih diprioritaskan di wilayah atas, tepatnya mulai dari Desa Demuk.

"Kebutuhan ideal untuk jalur Pucanglaban itu sekitar 25 sampai 30 lampu. Saat ini baru terpasang 11 unit, jadi memang masih kurang separo lebih. Kami prioritaskan dari atas dulu (Desa Demuk) secara bertahap," terang Panji saat dikonfirmasi, Jumat (17/4).

Panji mengungkapkan, pemilihan titik lampu di Lok Songo memiliki tantangan tersendiri.

Komunikasi dishub dan PLN menghasilkan penggunaan tenaga listrik PLN dibandingkan tenaga surya (solar cell).

Hal ini dikarenakan kondisi medan yang berada di tengah hutan lebat. Rimbunnya pepohonan dikhawatirkan menghalangi sinar matahari ke panel surya.

Baca Juga: Sering Macet, Dishub Tulungagung Rencanakan Rekayasa Lalu Lintas di Gang 5 Jalan Ahmad Yani Timur

“Kalau pakai tenaga surya tidak akan maksimal karena tertutup pepohonan, nanti malah cepat rusak. Kendala teknis lainnya hanya soal medan yang melingkar-lingkar sehingga butuh tarikan kabel yang lebih panjang,” imbuhnya.

Meskipun jalur ini menjadi akses vital menuju jalur lintas selatan (JLS) dan wilayah lainnya, Panji mengakui bahwa untuk tahun anggaran 2026 ini belum ada alokasi khusus untuk melanjutkan pemasangan di Lok Songo.

Namun, dia berkomitmen untuk terus mengusulkan tambahan anggaran ke tim perencanaan Pemda.

Selain masalah penambahan titik, dishub juga berencana melakukan meterisasi atau pemasangan meteran listrik bersama PLN di jalur tersebut.

Langkah ini diambil agar biaya tagihan listrik lebih terkontrol dan kondisi lampu bisa terpantau dengan lebih baik.

“Harapan kita, jalur tersebut segera menyambung seluruhnya. Tujuannya jelas untuk keselamatan pengguna jalan dan mencegah potensi kejahatan di lokasi yang gelap. Kami juga minta masyarakat segera melapor ke call center jika ada lampu yang mati,” pungkasnya. (bac/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#lok songo tulungagung #dishub Tulungagung #kawasan hutan #pju