RADAR TULUNGAGUNG - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang resmi diberlakukan pemerintah ditanggapi santai konsumen lokal.
Pantauan di SPBU Plosokandang Tulungagung kemarin (19/4) menunjukkan aktivitas pengisian bahan bakar tetap berjalan normal tanpa adanya penumpukan antrean ekstrem maupun aksi protes dari para pengendara.
Kondisi kondusif ini dikonfirmasi oleh Elsa, salah satu petugas operator di SPBU Plosokandang.
Menurutnya, meskipun harga jenis Pertamax dan Dex series mengalami kenaikan, masyarakat tetap mengantre dengan tertib tanpa ada kendala pelayanan yang berarti.
Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas Murah Setara LCGC: Irit BBM, Harga Mulai Rp60 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
"Masyarakat rata-rata sudah tahu kalau ada kenaikan hari ini, khususnya untuk jenis nonsubsidi. Tapi sejauh ini antrean masih stabil seperti hari biasa, tidak ada yang komplain berlebihan atau protes di jalur pengisian. Semua tetap berjalan lancar," ujar Elsa di sela kesibukannya melayani pelanggan, Minggu (19/4).
Hal senada diungkapkan oleh para pembeli yang didominasi pekerja dan mahasiswa di sekitar kawasan kampus.
Aris Setiawan, seorang pengendara motor yang kerap menggunakan Pertamax, mengaku sudah memaklumi kebijakan tersebut demi menjamin ketersediaan stok di lapangan.
"Tadi sempat dengar kabar kalau nonsubsidi naik, tapi mau bagaimana lagi karena sudah kebutuhan untuk kerja setiap hari. Yang penting barangnya ada terus dan antreannya tidak sampai macet total, ya kita ikuti saja harganya," tutur Aris saat mengantre di jalur pengisian.
Ketenangan serupa juga terlihat di deretan pengisian kendaraan roda empat.
Slamet, seorang pengemudi mobil pribadi, menilai masyarakat Tulungagung saat ini sudah lebih adaptif terhadap dinamika harga energi.
"Tahu kalau naik, tapi ya tetap ramai lancar begini saja di SPBU Plosokandang, tidak ada yang sampai protes. Mungkin karena masyarakat menganggap kenaikannya masih dalam batas wajar," jelas Slamet.
Dia juga menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aksi borong (panic buying) menjadi kunci terjaganya kelancaran distribusi hari ini.
Baca Juga: Yadea Velx Tipe H Motor Listrik Hemat BBM, Bisa Tempuh 90 Km dan Dilengkapi GPS serta Fitur Mundur!
"Warga di sini sepertinya sudah paham dan lebih tenang. Tidak ada aksi borong atau panic buying. Antrean pun masih normal-normal saja, yang penting distribusi tetap aman," pungkasnya.
Hingga sore hari, ketersediaan stok BBM nonsubsidi di SPBU Plosokandang dilaporkan dalam posisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan warga.
Petugas kepolisian setempat juga terus melakukan patroli rutin guna memastikan situasi di area fasilitas publik tersebut tetap kondusif.(bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri